Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRI Berdayakan Lebih dari 42.000 Klaster Usaha untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

Yosep Awaludin • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:26 WIB
BRI telah membangun 42.682 Klaster Usaha dan 3.001 kegiatan pemberdayaan selama 2025
BRI telah membangun 42.682 Klaster Usaha dan 3.001 kegiatan pemberdayaan selama 2025

RADAR BOGOR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, juga dikenal sebagai BRI, terus berupaya meningkatkan peranannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dengan mendorong pelaku usaha produktif yang berbasis komunitas.

BRI tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga terus mendukung UMKM untuk berkembang bersama-sama dalam lingkungan bisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan komitmen ini, program Klasterku Hidupku membangun Klaster Usaha, sebuah inisiatif pemberdayaan kelompok usaha yang dibentuk BRI berdasarkan kesamaan sektor produksi, karakteristik wilayah, dan kedekatan sosial antar pelaku usaha.

Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan sinergi dan penguatan rantai nilai di tingkat lokal.

Hingga tahun 2025, BRI telah membangun 42.682 Klaster Usaha dan 3.001 kegiatan pemberdayaan, termasuk pelatihan bisnis dan bantuan sarana dan prasarana produksi.

Sektor-sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian lokal menjadi fokus utama pembinaan.

Dari semua klaster yang diberdayakan, 82,36% berasal dari produksi, dan 17,64% lainnya berasal dari non-produksi.

Strategi BRI untuk meningkatkan basis ekonomi riil terlihat dalam dominasi sektor produksi ini, terutama di sektor pertanian, yang menyumbang 48,05% dari total.

Menurut Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, program Klasterku Hidupku bertujuan untuk mendorong usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Program ini terutama ditujukan untuk bisnis di sektor produksi, yang selama ini berfungsi sebagai pilar ekonomi daerah.

Melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya membantu bisnis mendapatkan modal, tetapi juga membangun lingkungan bisnis yang memungkinkan kerja sama, meningkatkan volume produksi, dan meningkatkan daya saing lokal.

Ahmad menyatakan bahwa BRI berkomitmen untuk membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha.

Disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing klaster, pendampingan ini dilakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, dan berbagai program pemberdayaan.

"BRI berharap klaster usaha yang berkembang dengan baik dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lain dengan pendekatan ini," tuturnya.

Selain memperkuat klaster usaha, BRI terus memperluas inklusi keuangan di tingkat masyarakat.

Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster, 87,7 persen pelaku kelompok usaha memiliki rekening BRI dan rata-rata terhubung dengan akses pembiayaan BRI untuk mendukung pengembangan bisnis mereka.

Sebagai informasi, BRI menggunakan Klasterku Hidupku sebagai bagian dari rencana mereka untuk mengidentifikasi klien saat ini dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Selain program ini, BRI juga memiliki inisiatif pemberdayaan lainnya, seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM.

Semua inisiatif ini secara keseluruhan meningkatkan peran BRI sebagai agen pengembangan dalam membantu UMKM dan ekonomi kerakyatan nasional. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #pelaku usaha