Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertumbuh Bersama Indomaret, Perjalanan Kebab Blast dari Dapur Cianjur

Yosep Awaludin • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:05 WIB
Muhammad Idris Afandi, Pengusaha Kebab Blast.
Muhammad Idris Afandi, Pengusaha Kebab Blast.

RADAR BOGOR - Pagi yang sejuk menjadi penanda aktivitas sebuah dapur di Cianjur, Jawa Barat. Aroma daging kebab dipanggang berpadu dengan tortilla yang baru matang, mengisi ruang kerja yang menjadi saksi perjalanan panjang Muhammad Idris Afandi (47).

Di tempat inilah, ia menata ulang mimpi yang dulu lahir secara spontan, sebuah usaha kebab yang tak pernah ia bayangkan akan tumbuh sejauh ini.

“Dulu saya tidak pernah membayangkan usaha ini bisa sejauh sekarang. Awalnya hanya mencoba,” kata Idris mengenang. Tahun 2012 menjadi awal langkah Idris. Saat itu, usaha kebab belum seramai sekarang.

Persaingan masih longgar, dan peluang terasa terbuka bagi siapa saja yang berani mencoba. Penjualan awalnyapun belum besar, namun berapapun angka tetap ia terima sambil terus belajar dan memperbaiki.

Hari-hari awal ia jalani dengan penuh kesederhanaan. Usaha kebab dijalankan dari ruko kecil dan lapak pinggir jalan.

Tantangan muncul ketika kualitas bahan menurun tanpa pemberitahuan, yang berdampak pada rasa dan konsistensi produk.

Di titik inilah ia mengambil keputusan besar memproduksi sendiri tortilla dan daging kebab demi menjaga standar kualitas.

“Kalau rasa sudah berubah, kepercayaan konsumen juga ikut berubah. Itu yang paling saya jaga,” tuturnya.

Proses menjadi mandiri menuntut penyesuaian besar, mulai dari tenaga, waktu, hingga pengelolaan produksi. Namun bagi Idris, menjaga kepercayaan konsumen adalah fondasi utama usaha.

Dengan dukungan orang tua serta tim yang dibangunnya secara perlahan, mulai dari produksi, pembuatan gerobak, hingga pemasaran lapangan, Kebab Blast terus berkembang.

Saat ini, sekitar 2.000 porsi kebab diproduksi setiap hari di dapur pusat Cianjur. Dari sana, produk didistribusikan ke sepuluh depo, lalu disalurkan ke berbagai outlet di sejumlah kota di Jawa Barat dan sekitarnya.

Babak baru dalam perjalanan Kebab Blast dimulai ketika kemitraan dengan Indomaret terjalin.

Kehadiran produk Kebab Blast di lebih dari 25 gerai Indomaret di wilayah Depok, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Cimahi, Purwakarta, hingga Subang menjadi penanda penting perjalanan usaha yang semakin matang.

Bagi Idris, kemitraan ini bukan hanya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi juga menghadirkan pembinaan yang membantu usahanya tumbuh secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. “Kami jadi belajar menata usaha dengan lebih rapi dan konsisten,” katanya.

Di balik angka dan pencapaian tersebut, terdapat perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Usaha yang dulu dijalankan di pinggir jalan dan ruko-ruko kecil kini mampu memberikan sumber penghidupan yang lebih stabil, tidak hanya bagi Idris dan keluarganya, tetapi juga bagi puluhan karyawan yang bergantung pada usaha ini.

Perekonomian keluarga menjadi lebih baik, dan rasa percaya diri sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun semakin tumbuh.

Meski telah melangkah cukup jauh, Idris tidak berhenti bermimpi. Ia masih ingin menambah outlet street food dan memperluas jangkauan ke kota-kota besar.

Seperti Jakarta, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan dan kondisi usaha. Baginya, pertumbuhan harus dijalani dengan perhitungan, bukan sekadar ambisi.

“Membangun usaha mungkin terasa mudah, tetapi merawat dan mempertahankannya jauh lebih sulit. Namun justru di situlah proses belajar terjadi,” ujarnya.

Ia percaya bahwa satu ide yang benar-benar dijalankan jauh lebih berarti daripada banyak ide yang hanya tersimpan dalam pikiran.

Kisah Kebab Blast menunjukkan bahwa dengan ketekunan, keberanian mengambil keputusan, serta dukungan kemitraan yang tepat seperti yang dihadirkan Indomaret, sebuah usaha kecil dapat tumbuh menjadi lebih tertata, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi banyak orang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kebab #indomaret #cianjur