Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dorong Investasi Batam, BRI Gandeng BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Pengusaha

Yosep Awaludin • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:16 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) BRI bersama BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM di Batam, Kamis 29 Januari 2026.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) BRI bersama BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM di Batam, Kamis 29 Januari 2026.

RADAR BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional dengan memperkuat sinergi lintas lembaga guna mendorong investasi daerah dan percepatan pertumbuhan UMKM.

Kali ini, BRI menjalin kolaborasi strategis bersama BP Batam, BKPM, serta Kementerian UMKM untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem usaha di Batam.

Komitmen BRI tersebut ditandai melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung dalam rangkaian Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment, di Batam, Kamis 29 Januari 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, serta Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Melalui kerja sama ini, BRI memperkuat kolaborasi dengan BP Batam lewat penandatanganan MoU Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan.

Kesepakatan tersebut bertujuan mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Tak hanya itu, BRI juga menandatangani MoU bersama Kementerian UMKM dan BP Batam terkait Perluasan Akses Permodalan dan Investasi bagi UMKM di KPBPB Batam.

Langkah ini menjadi strategi konkret untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus mendorong UMKM agar terlibat aktif dalam rantai nilai ekonomi daerah.

Sebagai kawasan strategis nasional, Batam memiliki keunggulan pada sektor manufaktur berbasis ekspor, ditopang letak geografis yang berdekatan dengan Singapura dan jalur perdagangan internasional.

Seiring masifnya pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi, sektor logistik, perdagangan, serta jasa di Batam juga terus mencatat pertumbuhan positif.

Dengan status kawasan perdagangan bebas, Batam berperan penting dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tingkat regional maupun global.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam membangun ekosistem investasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“BRI berkomitmen memperkuat konektivitas investasi secara menyeluruh, mulai dari masuknya investasi asing, pengembangan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai nilai ekonomi. UMKM kami pandang sebagai mitra strategis, bukan sekadar penerima pembiayaan,” ujar Riko.

Untuk mendukung kebutuhan investor dan pelaku usaha, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution yang menghadirkan layanan perbankan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui kehadiran BRI QLola, platform digital one-stop corporate ecosystem yang memudahkan pengelolaan arus kas, transaksi, likuiditas, hingga layanan trade finance secara aman dan efisien.

QLola menyediakan berbagai fitur, seperti cash and liquidity management, BRIVA, auto debit, payroll, pembayaran domestik dan internasional, pajak, treasury, hingga pembiayaan perdagangan.

Selain layanan perbankan, BRI juga aktif menjalankan program pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah membina lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah sebagai wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi UMKM.

BRI turut menghadirkan LinkUMKM, platform digital yang menghubungkan UMKM dengan pasar, mitra bisnis, dan akses layanan keuangan.

Saat ini, sebanyak 14,98 juta UMKM telah memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas jangkauan usaha dan mempercepat proses naik kelas.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu memaparkan capaian realisasi investasi nasional sepanjang Januari–Desember 2025 yang mencapai Rp1.931,2 triliun, atau 101,3 persen dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun.

Kontribusi BP Batam terhadap capaian tersebut terbilang signifikan, dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau sekitar 15,5 persen di atas sasaran.

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Investasi memiliki peran strategis, sehingga kami terus melakukan pendekatan proaktif agar realisasi investasi dapat berjalan optimal,” tegas Todotua.

Atas capaian tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memberikan Investment Awards kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha.

BP Batam berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Anugerah Realisasi Investasi Melampaui Target 2025 dan Anugerah Pengembangan Iklim Investasi 2025, serta penghargaan lainnya kepada pelaku usaha.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM di KPBPB Batam.

“Melalui perluasan akses pembiayaan, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok investasi, kami berharap UMKM Batam mampu naik kelas dan berdaya saing di pasar global,” ujar Helvi.

Sebagai tahap awal, Kementerian UMKM akan menjalankan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) sebagai pilot project, dengan fokus pada pendampingan akses pembiayaan dan pelatihan peningkatan kapasitas UMKM di KPBPB Batam.

Melalui sinergi strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis dapat membangun ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#umkm #bri #bp batam