Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat Integritas Pasar Modal, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Hadiri Konferensi Pers Danantara

Yosep Awaludin • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir pada konfrensi pers Danantara terkait penataan dan penguatan pasar modal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir pada konfrensi pers Danantara terkait penataan dan penguatan pasar modal.

RADAR BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers Danantara bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Konferensi pers tersebut membahas penataan dan penguatan pasar modal Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian Keuangan RI (@menkeuri), konferensi pers itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat reformasi integritas pasar modal nasional agar lebih transparan, kredibel, dan sejalan dengan standar global.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan reformasi integritas pasar modal.

Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari penguatan kelembagaan pasar modal.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan likuiditas pasar melalui kebijakan peningkatan porsi free float saham hingga 15 persen.

Kebijakan ini disesuaikan dengan praktik terbaik global dan diharapkan mampu memperdalam pasar, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta menarik lebih banyak investor, baik domestik maupun asing.

Reformasi lainnya mencakup peningkatan transparansi pasar melalui pengetatan pengaturan beneficial ownership.

Pemerintah menekankan pentingnya kejelasan kepemilikan saham dan afiliasi antar pemegang saham guna mencegah praktik tidak sehat serta memastikan perlindungan investor.

Transparansi dan kejelasan struktur kepemilikan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan menciptakan pasar modal yang adil.

Pemerintah juga menegaskan sikap tegas terhadap praktik manipulatif di pasar modal. Praktik pengaturan harga saham atau saham gorengan yang bersifat manipulatif dinyatakan tidak akan ditoleransi karena dapat merugikan investor serta merusak kredibilitas dan integritas pasar modal Indonesia.

Melalui sinergi antar kementerian, lembaga, dan otoritas pasar modal, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pengawasan serta tata kelola pasar modal nasional.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pasar modal yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menjadi pilar penting pembiayaan pembangunan nasional. (Mirta/Vokasi IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#Purbaya Yudhi Sadewa #Danantara #pasar modal