RADAR BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi narasumber dalam acara Indonesia–Japan Executive Dialogue 2026 yang mengusung tema “How Indonesia Builds Credibility from Within to Support Long-Term Japanese Investment”.
Kegiatan tersebut menjadi forum dialog strategis antara pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan dari Jepang guna memperkuat kepercayaan dan kerja sama investasi jangka panjang.
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia @menkeuri, kehadiran Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi nasional sebagai fondasi utama menarik investasi asing, khususnya dari Jepang.
Dalam paparannya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemulihan kondisi ekonomi nasional membutuhkan kebijakan yang tepat dan terukur.
Hal ini dinilai penting karena kebijakan ekonomi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas sosial dan politik.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menerapkan kebijakan countercyclical sebagai respon atas perlambatan ekonomi global.
Kebijakan tersebut menempatkan APBN sebagai instrumen utama yang berperan memberi suntikan stimulus ketika perekonomian melemah, sehingga kegiatan ekonomi tetap terjaga.
Dari unggahan tersebut juga disampaikan bahwa kebijakan stimulus melalui APBN diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung dunia usaha, serta memperkuat sektor-sektor produktif agar roda perekonomian nasional tetap berputar di tengah tekanan global.
Menkeu Purbaya menuturkan bahwa dampak dari kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif.
Pada triwulan akhir tahun 2025, tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha.
Dengan berbagai langkah kebijakan yang telah ditempuh, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dapat mencapai target sebesar 6 persen.
Target tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang stabil dan kredibel di kawasan.
Melalui forum Indonesia–Japan Executive Dialogue 2026, pemerintah berharap dapat terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan Jepang serta mendorong peningkatan investasi jangka panjang yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin