Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dukung Program 3 Juta Rumah, Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI Salurkan KPR Subsidi

Yosep Awaludin • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:01 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi

RADAR BOGOR – Peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat mendapat apresiasi dari pemerintah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai kontribusi BRI sangat strategis, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Kantor Pusat BRI pada Rabu 4 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Maruarar menegaskan bahwa dukungan perbankan nasional menjadi kunci keberhasilan implementasi Program 3 Juta Rumah, terutama melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Ia mencatat peningkatan signifikan dalam kontribusi BRI terhadap pembiayaan rumah subsidi.

Pada 2024, BRI mendukung pembiayaan sekitar 16 ribu unit hunian, sementara pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 32 ribu unit atau naik hingga dua kali lipat, termasuk salah satu pertumbuhan tertinggi di antara bank penyalur.

Maruarar menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Direktur Utama BRI Hery Gunardi atas peran aktif perusahaan dalam membantu masyarakat memperoleh hunian layak.

"Puluhan ribu penerima manfaat dari berbagai profesi mulai dari petani, nelayan, buruh, pekerja rumah tangga, sopir hingga pengemudi ojek kini memiliki kesempatan memiliki rumah berkat dukungan tersebut," katanya.

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, ia menekankan bahwa pembangunan dan pembiayaan rumah subsidi juga berdampak luas terhadap perekonomian.

Aktivitas ini turut membuka lapangan kerja bagi pekerja konstruksi, menggerakkan usaha toko bahan bangunan, hingga mendukung sektor transportasi distribusi material.

Menurutnya, efek berantai ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa program perumahan bukan hanya menyediakan hunian, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Maruarar juga menyoroti peran ekosistem BRI Group, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Ia menyebut program PNM Mekaar sebagai salah satu bentuk pembiayaan ultra mikro yang efektif mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya bagi ibu rumah tangga yang mengembangkan usaha seperti kuliner dan kerajinan.

Dukungan tersebut dinilai memperkuat keterkaitan antara penyediaan hunian yang layak dengan peningkatan kapasitas ekonomi keluarga.

Hingga kini, tercatat lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar telah meningkat kelasnya dengan memperoleh akses layanan keuangan lanjutan melalui Pegadaian dan BRI untuk mengembangkan usaha.

Ia menegaskan kehadiran negara melalui lembaga keuangan seperti BRI menunjukkan komitmen membantu masyarakat, termasuk memberikan alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau agar terhindar dari praktik pinjaman tidak resmi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyambut positif apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen perseroan untuk terus mendukung kebijakan pemerintah.

Sebagai bank yang berfokus pada segmen masyarakat kecil, BRI secara konsisten menjalankan mandat untuk memperluas akses keuangan inklusif.

"BRI memiliki jaringan lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga memungkinkan distribusi layanan yang luas dalam mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk sektor perumahan," tuturnya.

Sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses hunian, sepanjang 2025 BRI telah menyalurkan KPR Subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia.

Sekitar 97 persen dari total tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang berperan langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah untuk memperluas akses pembiayaan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#perumahan rakyat #bri #maruarar sirait