RADAR BOGOR - Raksasa energi dan infrastruktur asal India, Adani Group, mengumumkan investasi jumbo senilai USD 155 miliar atau sekitar Rp2.616 triliun untuk membangun jaringan pusat data berbasis energi terbarukan yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Ketua Adani Group, Gautam Adani menyampaikan, investasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi India dalam ekosistem teknologi global.
Melalui platform X, ia menegaskan, India tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mulai membangun fondasi infrastruktur digitalnya sendiri, termasuk untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan.
Secara teknis, proyek ini akan meningkatkan kapasitas pusat data dari 2 gigawatt menjadi 5 gigawatt.
Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan energi terbarukan, ketahanan jaringan listrik, serta komputasi AI dalam satu ekosistem terpadu.
Analis pasar independen, Ambareesh Baliga, menilai bahwa pembangunan pusat data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem AI di masa depan.
Infrastruktur yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI dinilai akan menjadi tulang punggung utama teknologi tersebut.
Langkah Adani ini juga sejalan dengan meningkatnya investasi perusahaan global di India, seperti Google, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft.
Selain itu, perusahaan domestik seperti Reliance Industries dan Tata Consultancy Services juga turut meningkatkan investasi di sektor infrastruktur AI.
Selama ini, India masih tertinggal dalam industri manufaktur semikonduktor.
Oleh karena itu, pengembangan pusat data dinilai menjadi peluang strategis untuk mengambil peran penting dalam rantai nilai global kecerdasan buatan.
Dengan mengandalkan potensi energi terbarukan serta pasar domestik yang besar, India berupaya menghadirkan alternatif baru di tengah dominasi Amerika Serikat dan Tiongkok dalam sektor teknologi komputasi canggih.
Seiring pengumuman tersebut, pasar merespons positif.
Saham Adani Enterprises tercatat naik 2,7 persen dan menjadi salah satu penguat utama indeks Nifty 50, mencerminkan optimisme investor terhadap langkah ekspansi besar ini. (din/dns)
Editor : Siti Dewi Yanti