RADAR BOGOR – Brand alas kaki lokal asal Bogor, Vivi Nici, meresmikan gerai offline pertamanya di Jalan Gedung Sawah III Nomor 9, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Toko fisik yang menjual produk Vivi Nici tersebut mulai dibuka untuk umum sejak Sabtu 14 Februari 2026.
Pembukaan gerai ini menjadi tonggak baru bagi Vivi Nici yang selama ini dikenal kuat di pasar digital dengan penjualan puluhan ribu pasang sepatu setiap bulan.
Co-Founder sekaligus CEO Vivi Nici, Vandi Andreanus, mengatakan kehadiran toko offline merupakan jawaban atas permintaan pelanggan yang ingin melihat dan mencoba produk secara langsung.
“Pertumbuhan Vivi Nici cukup baik. Setiap bulan kami menjual sekitar 20 ribu hingga 30 ribu pasang sepatu secara online. Namun kami mendengarkan kebutuhan customer yang ingin memegang dan mencoba langsung. Karena itu kami hadirkan toko ini,” ujarnya saat ditemui di gerai Vivi Nici, Rabu 18 Februari 2026.
Vandi menjelaskan, Vivi Nici merupakan bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1998. Ia kemudian melanjutkan estafet sebagai generasi kedua pada 2020 dan melakukan rebranding saat pandemi Covid-19.
Menurutnya, saat itu perusahaan melakukan pivot besar dengan mengalihkan sekitar 90 persen penjualan ke platform online.
“Sejak 2020 saya melakukan rebranding. Tapi untuk menjadi brand yang utuh, kami membutuhkan kehadiran offline dan online. Karena itu toko pertama ini dibuka di kantor pusat Bogor,” jelasnya.
Usung Konsep Detachable
Berbeda dari brand sepatu wanita pada umumnya, Vivi Nici mengusung unique selling point berupa detachable accessories, yakni aksesoris sepatu yang dapat dilepas dan dipasang.
Konsep ini memungkinkan satu pasang sepatu memiliki tampilan berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
“Wanita suka mix and match. Misalnya siang untuk kerja ingin formal, aksesoris bisa dilepas. Malam hari untuk acara atau pesta, bisa dipasang aksesoris yang lebih menonjol,” terang Vandi.
Meski kualitas produknya telah tampil di ajang fesyen seperti Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week, hingga Paris Fashion Week, Vivi Nici tetap menargetkan harga yang terjangkau.
Target pasar utama mereka adalah wanita produktif usia 25–35 tahun. Untuk koleksi online, harga sepatu dibanderol mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Sementara koleksi eksklusif untuk fashion show tetap dijaga di bawah Rp1 juta.
“Kami berkomitmen menghadirkan sepatu yang nyaman, membuat wanita percaya diri, namun dengan harga yang masih masuk akal, bahkan untuk UMR Bogor dan Jakarta,” imbuhnya.
Berdayakan Pengrajin Lokal
Sebagai brand yang lahir di Bogor, Vivi Nici juga menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan ekosistem lokal.
Sekitar 98 persen proses produksi dilakukan di dalam negeri dengan melibatkan UMKM persepatuan di Bogor, Jakarta, dan sekitarnya.
“Mulai dari sewing, assembling, sampai finishing semuanya lokal. Kami ingin menghadirkan produk dengan craftsmanship Indonesia,” pungkas Vandi.
Masyarakat yang ingin melihat langsung koleksi heels, sandal, hingga sneakers Vivi Nici kini dapat mengunjungi official store mereka di Jalan Gedung Sawah III Nomor 9 yang tak jauh dari alun-alun Kota Bogor. (uma)
Editor : Yosep Awaludin