Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPOT Luncurkan LADI Versi Terbaru, Indikator Saham Real-Time Pertama untuk Investor Ritel Indonesia

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:59 WIB

Presiden Direktur sekaligus CEO IPOT, Moleonoto The.
Presiden Direktur sekaligus CEO IPOT, Moleonoto The.

RADAR BOGOR - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) kembali memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi teknologi pasar modal dengan menghadirkan versi terbaru LADI (Live Accumulation/ Distribution Indicator), indikator berbasis data real-time yang dirancang khusus untuk investor ritel di Indonesia.

Peluncuran LADI terbaru ini menjadi langkah strategis IPOT dalam mentransformasi pendekatan analisis pasar, dari yang sebelumnya didominasi model data viewer berbasis historis, menuju sistem Market Intelligence Engine berbasis streaming data real-time.

Melalui teknologi ini, investor tidak lagi hanya mengandalkan indikator dari data masa lalu, melainkan dapat memantau langsung tekanan beli dan jual yang terjadi di pasar secara live tanpa jeda. Hal ini memberikan visibilitas yang lebih akurat terhadap dinamika pergerakan saham.

Seiring meningkatnya jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan milenial dan Gen Z, kebutuhan akan teknologi analitik yang lebih presisi dinilai semakin mendesak.

Namun, sebagian besar platform sekuritas di Indonesia masih mengandalkan data snapshot yang bersifat statis, sehingga berpotensi tertinggal dalam membaca momentum pasar.

IPOT melalui LADI menghadirkan sejumlah keunggulan, di antaranya indikator akumulasi dan distribusi berbasis streaming data, kemampuan memantau beberapa saham dalam satu layar, serta fitur komparasi performa saham mulai dari harian hingga jangka panjang (1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y) secara dinamis.

Presiden Direktur sekaligus CEO IPOT, Moleonoto The menilai, dalam kondisi pasar yang volatil, perbedaan waktu sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap kualitas keputusan investasi.

Ia menekankan, indikator yang tidak bergerak secepat pasar akan menciptakan kesenjangan antara kondisi aktual dan persepsi investor, yang berisiko pada kesalahan timing saat masuk maupun keluar pasar.

IPOT juga menyoroti sejumlah risiko penggunaan indikator non-real-time, mulai dari keterlambatan mendeteksi fase akumulasi atau distribusi, munculnya ilusi akurasi dalam membaca pasar, hingga kecenderungan trading reaktif yang hanya berbasis pergerakan harga.

Selain itu, keterbatasan integrasi data dalam satu tampilan membuat investor harus berpindah-pindah halaman untuk melakukan verifikasi, yang pada akhirnya memperlambat proses pengambilan keputusan.

Mengembangkan indikator berbasis real-time sendiri bukanlah hal sederhana.

Dibutuhkan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem dengan latensi rendah, algoritma presisi tinggi, serta tim kuantitatif yang mampu mengembangkan dan menguji model analitik secara berkelanjutan.

Tidak semua perusahaan sekuritas memiliki kemampuan tersebut, kata Moleonoto, sehingga sebagian besar masih bertahan pada model data viewer yang lebih ringan secara sistem.

Namun, sambung dia, IPOT memilih untuk mengembangkan engine algoritmik LADI secara internal agar mampu menghadirkan pembaruan data secara kontinu mengikuti aktivitas pasar.

Indikator Accumulation/Distribution sendiri selama ini dikenal sebagai alat analisis yang umum digunakan oleh investor institusi untuk membaca tekanan pasar sebelum tercermin pada harga.

Dengan menghadirkannya ke investor ritel, IPOT dinilai telah membuka akses terhadap teknologi berstandar institusional.

Langkah ini sekaligus menandai perubahan arah industri sekuritas di Indonesia, dari sekadar kompetisi tampilan aplikasi menuju persaingan kualitas engine analitik.

IPOT meyakini, masa depan industri berada pada penggunaan teknologi berbasis real-time intelligence, di mana kecepatan, akurasi, dan kemampuan membaca tekanan pasar menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi.

"Hak investor memperoleh teknologi yang selaras dengan dinamika pasar," jelas Moleonoto The. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Live Accumulation #Moleonoto The #IPOT #ritel #LADI #Distribution Indicator