Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Laporan Epson IDC : Teknologi Digital Dye-Sublimation Dorong Revolusi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara

Yosep Awaludin • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:31 WIB

Ilustrasi Epson
Ilustrasi Epson

RADAR BOGOR – Transformasi industri cetak tekstil di Asia Tenggara semakin dipercepat oleh adopsi teknologi digital dye-sublimation.

Hal tersebut terungkap dalam whitepaper terbaru yang dirilis Epson bersama International Data Corporation (IDC) berjudul Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth.

Sebagai perusahaan global di bidang teknologi pencetakan profesional, Epson memaparkan hasil survei regional yang melibatkan pemilik serta pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Baca Juga: Hasil Playoff Liga Champions 2025/2026: Daftar 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar, Real Madrid dan PSG Melaju

Laporan ini menyoroti bagaimana solusi pencetakan digital menjadi kunci menghadapi perubahan kebutuhan pasar, tekanan ekonomi, hingga tuntutan praktik bisnis berkelanjutan.

Permintaan Produk Kustom dan Ramah Lingkungan Meningkat

Menurut IDC, meningkatnya tren personalisasi produk tekstil dan kesadaran lingkungan mendorong lonjakan pengiriman printer digital dye-sublimation di kawasan Asia Pasifik.

Jumlah pengiriman yang pada 2017 masih di bawah 1.500 unit diproyeksikan melampaui 3.000 unit pada akhir 2025.

Baca Juga: Informasi Penting, KPM Bansos PKH dan BPNT Didorong Jadi Anggota Kopdes Merah Putih, Ini Tujuannya

Penyedia layanan cetak kini menghadapi permintaan konsumen terhadap kualitas warna lebih tajam, daya tahan produk tinggi, serta proses produksi yang lebih cepat.

Sebanyak 44 persen responden menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi sebagai alasan utama beralih ke teknologi ini.

Teknologi digital dye-sublimation dinilai mampu menghasilkan warna cerah dan detail desain tinggi, bahkan untuk produksi satuan tanpa harus mencetak dalam jumlah besar.

Potensi Pertumbuhan Bisnis Hingga Delapan Kali Lebih Cepat

Baca Juga: Perkembangan Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 1 2026 pada 26 Februari: KPM Baru di Sejumlah Daerah Sudah Terima KKS, Bantuan Segera Cair

Hasil riset Epson IDC menunjukkan perusahaan yang mengadopsi teknologi digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan hingga delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional.

Dalam periode 24 bulan, pertumbuhan rata-rata mencapai 8,4 persen, jauh melampaui metode tradisional yang hanya sedikit di atas 1 persen.

Fleksibilitas produksi menjadi faktor utama, karena teknologi ini memungkinkan pencetakan berbasis permintaan (on-demand) tanpa batas minimum produksi.

Baca Juga: Satgas P2SP Gelar Rapat Koordinasi, Percepat Realisasi Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela

Selain mencetak kain dalam bentuk gulungan, pelaku industri kini mampu memproduksi item berukuran kecil seperti label dan tag tekstil dalam satu batch produksi tanpa meningkatkan biaya operasional.

Dampaknya, sekitar 60 persen penyedia layanan cetak berhasil memperluas pasar mereka, mulai dari penyelenggara event, pemilik brand, hingga desainer tekstil independen.

Tren Gaya Hidup Aktif Dorong Permintaan Apparel

Pertumbuhan aktivitas luar ruang di Asia Tenggara seperti maraton, olahraga komunitas, dan hiking turut meningkatkan permintaan apparel kustom.

Baca Juga: Cegah Penularan, Kota Bogor Perluas Tes dan Layanan Pengobatan HIV

Sebanyak 81 persen penyedia layanan cetak kini melayani sektor apparel dan sportswear yang berkembang pesat.

Material polyester yang umum digunakan pada pakaian olahraga dinilai sangat kompatibel dengan teknologi dye-sublimation.

Selain apparel, peluang bisnis baru juga muncul pada segmen homeware sebesar 36 persen serta footwear sebesar 33 persen.

Baca Juga: Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI JKN, Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Rumah Sakit Tetap Layani Pasien

Lebih dari separuh responden, yakni 52 persen, melaporkan peningkatan kepuasan pelanggan berkat waktu produksi yang lebih singkat serta kemampuan menghasilkan desain kompleks yang sulit dicapai melalui teknik sablon tradisional.

Keberlanjutan Jadi Prioritas Industri

Dalam laporan tersebut, Epson juga menyoroti semakin kuatnya komitmen keberlanjutan di sektor tekstil Asia Tenggara yang kini berkembang sebagai pusat produksi global.

Sebanyak tujuh dari sepuluh penyedia layanan cetak menempatkan aspek keberlanjutan sebagai prioritas utama bisnis.

Angka tersebut bahkan meningkat menjadi 88 persen pada perusahaan yang sepenuhnya mengadopsi teknologi digital dye-sublimation.

Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Hari Ini: Penyaluran Bantuan Dilakukan Secara Bertahap dan Verifikasi Data Diperketat

Meski demikian, hanya sekitar sepertiga responden menilai pelanggan memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang setara, sehingga diperlukan edukasi yang lebih intensif antara penyedia teknologi, asosiasi industri, dan konsumen.

Kurangi Limbah dan Tingkatkan Keselamatan Kerja

Selain mendukung pertumbuhan bisnis sebesar 49 persen dan mengurangi dampak lingkungan hingga 24 persen, teknologi ini juga memberikan manfaat operasional nyata.

Dibandingkan metode sablon tradisional yang membutuhkan konsumsi air besar serta tinta kimia intensif, digital dye-sublimation dinilai lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: A24 Rilis Teaser Resmi Film Horor Psikologis Backrooms, Angkat Urban Legend Populer ke Layar Lebar

Sebanyak 33 persen pengguna teknologi ini mengaku terjadi peningkatan keselamatan kerja karena minimnya paparan bahan kimia dan emisi berbahaya.

Kombinasi efisiensi biaya, tanggung jawab lingkungan, serta peningkatan kesehatan kerja menjadikan teknologi dye-sublimation sebagai solusi transformatif bagi masa depan industri cetak tekstil di Asia Tenggara.

“Meski terdapat momentum kuat menuju pencetakan berkelanjutan, riset ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ambisi penyedia layanan dan prioritas pelanggan,” ujar Lina Mariani, Head of Vertical Business Epson Indonesia.

Baca Juga: Hadir Dalam Format Animasi, Serial Stranger Things : Tales From 85 Tayang April Mendatang

“Hal ini membuka peluang bagi pemimpin teknologi seperti Epson untuk mengkomunikasikan secara lebih efektif manfaat bisnis, lingkungan, dan kesehatan dari praktik berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, Digital dye-sublimation tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi konsumsi energi, membatasi paparan bahan kimia bagi pekerja, mengurangi limbah, serta membuka peluang pasar bernilai tinggi.

"Melalui kemitraan dan integrasi teknologi hemat energi, kami ingin memberdayakan industri cetak Asia Tenggara agar lebih kompetitif sekaligus berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#teknologi #asia tenggara #epson