Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IHSG Anjlok 3,77 Persen ke 7.640, BEI Sebut Dipicu Gejolak Timur Tengah hingga Bursa Asia Merah

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:54 WIB

IHSG anjlok karena dampak dari konflik Timur Tengah
IHSG anjlok karena dampak dari konflik Timur Tengah

RADAR BOGOR - Secara mengejutkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam pada awal perdagangan Rabu 4 Maret 2026, seiring tekanan yang melanda pasar saham Asia dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 299,10 poin atau 3,77 persen ke posisi 7.640,67 pada pukul 11.38 WIB.

Indeks sebelumnya dibuka di level 7.896,377 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 7.897,812, sebelum akhirnya tertekan hingga mencapai level terendah 7.639,894.

Tekanan jual terlihat dominan sejak awal sesi.

Sebanyak 679 saham tercatat berada di zona merah, berbanding jauh dengan 63 saham yang menguat dan 64 saham yang stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 22,449 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,350 triliun.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.353.619 kali transaksi, mencerminkan tingginya aktivitas pasar di tengah volatilitas.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengungkapkan, pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan yang juga terjadi di sejumlah bursa saham Asia.

Ia menyebut indeks regional seperti KOSPI, SET Index, KOSDAQ, Nikkei 225, TAIEX, serta ASX 200 turut mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari yang sama.

Irvan menjelaskan, bursa saham Korea Selatan bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) setelah indeksnya merosot lebih dari 8 persen.

Menurutnya, pergerakan IHSG bergerak searah dengan pelemahan tajam yang terjadi di indeks-indeks regional tersebut.

Irvan menambahkan, tekanan di pasar global dipicu oleh meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Situasi diperburuk oleh laporan bahwa Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi dunia.

Penutupan jalur tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi krisis energi global.

Sentimen negatif ini juga tercermin dari kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir, yang semakin membebani pergerakan pasar saham global termasuk Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bursa efek indonesia #ihsg #indeks harga saham gabungan #bei