RADAR BOGOR – Kinerja layanan transaction banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025.
Penguatan transaksi digital di berbagai segmen nasabah menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan dana murah serta memperkokoh struktur pendanaan BRI.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi transformasi perusahaan dalam memperluas ekosistem transaksi berbasis digital sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.
Menurut Hery, melalui program transformasi BRIVolution Reignite, BRI terus memperkuat Funding Franchise guna menciptakan struktur pendanaan yang lebih stabil, efisien, serta bertumpu pada dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).
Ia menjelaskan, perusahaan menjalankan dua fokus utama, yakni memperbesar komposisi dana murah serta meningkatkan kapabilitas layanan transaction banking di seluruh segmen nasabah.
Baca Juga: THR ASN Pemkot Depok Segera Cair, Wali Kota Supian Suri: Insya Allah Dalam Waktu Dekat
“Pertumbuhan CASA kami dipercepat lewat optimalisasi berbagai kanal digital seperti BRImo, BRILink, hingga QRIS. Di sisi lain, pengembangan ekosistem pembayaran dan penetrasi klaster bisnis juga terus diperluas,” ujar Hery.
Transaksi Digital Ritel Melesat
Aktivitas transaksi ritel melalui kanal digital menunjukkan peningkatan yang kuat. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna SuperApp BRImo tercatat mencapai 45,9 juta user atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Nilai transaksi melalui platform tersebut pun melonjak menjadi Rp7.076,9 triliun atau meningkat 26,4 persen dibanding periode sebelumnya.
Direktur Bisnis Konsumer BRI Aquarius Rudianto menambahkan, pertumbuhan ini menandakan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh masyarakat sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan ekosistem transaksi ritel terbesar di Indonesia.
Layanan Korporasi dan Bisnis Ikut Tumbuh
Tak hanya di segmen ritel, BRI juga memperkuat layanan bagi nasabah menengah, komersial, dan korporasi melalui platform cash management terpadu Qlola.
Hingga akhir 2025, jumlah pengguna aktif Qlola mencapai 113 ribu nasabah atau naik 48,1 persen YoY. Kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan sales volume sebesar 36,2 persen menjadi Rp13.456 triliun.
BRI juga terus memperluas jaringan akseptasi pembayaran di sektor merchant. Dampaknya, volume transaksi merchant meningkat 48,1 persen YoY menjadi Rp223,2 triliun.
Sementara itu, penggunaan QRIS BRI mencatat pertumbuhan paling agresif. Nilai transaksi meningkat dua kali lipat atau 100 persen YoY menjadi Rp85,6 triliun, dengan jumlah transaksi menembus lebih dari 782,8 juta transaksi sepanjang tahun.
Perkuat Dana Murah dan Efisiensi Pendanaan
Hery menegaskan, pengembangan platform digital dan layanan merchant akan terus menjadi fokus utama perusahaan untuk menjaga pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
Menurutnya, transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat basis pendanaan, tetapi juga memperluas inklusi keuangan melalui ekosistem pembayaran digital yang semakin luas.
“Transformasi BRIVolution Reignite berhasil memperkuat CASA sekaligus memperbesar akses masyarakat terhadap layanan pembayaran digital yang lebih inklusif,” jelasnya.
Baca Juga: Wajib Tahu, Virus Campak Bisa Menular hingga 18 Orang Hanya dari 1 Kasus Saja
Peningkatan transaksi digital tersebut terbukti mampu menjaga komposisi dana giro dan tabungan tetap dominan, sehingga biaya dana menjadi lebih efisien.
Sepanjang 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4 persen YoY menjadi Rp1.467 triliun.
Rasio CASA tercatat tinggi di level 70,6 persen, sementara cost of fund membaik menjadi 2,9 persen dibandingkan 3,1 persen pada akhir 2024. (***)
Editor : Yosep Awaludin