RADAR BOGOR – Akses terhadap layanan kesehatan mental yang profesional kini semakin terbuka dengan hadirnya Lumina Counseling and Therapy Center di Tangerang.
Lembaga layanan psikologi ini menyediakan berbagai layanan asesmen dan terapi psikologis bagi anak, remaja, hingga orang dewasa.
Kehadiran Lumina diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mental yang profesional, empatik, serta berbasis pendekatan ilmiah.
Baca Juga: Tebar Kepedulian, Masjid Al Muttaqin Perumahan Bogor View II Santuni Ratusan Anak Yatim
Peresmian Lumina Counseling and Therapy Center dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 di Tangerang.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pimpinan sekolah, mitra profesional, kolega, hingga perwakilan media.
Founder sekaligus Direktur Lumina Counseling and Therapy Center, Celestine C Yuliana, menjelaskan bahwa lembaga ini dibentuk berangkat dari kesadaran bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam kehidupan individu maupun keluarga.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, akses terhadap layanan psikologis yang berkualitas masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan mental terus meningkat. Namun di sisi lain, akses terhadap layanan psikologis profesional yang mudah dijangkau masih terbatas. Lumina hadir untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Celestine dalam keterangan resminya.
Nama Lumina, yang memiliki arti cahaya, dipilih sebagai simbol harapan, arah, serta kehangatan yang dibutuhkan individu dalam proses memahami diri dan berkembang secara psikologis.
Lembaga ini juga mengusung nilai “Growing with Heart”, yang menekankan pentingnya pendekatan profesional yang dipadukan dengan empati serta kepedulian terhadap setiap klien.
Celestine menegaskan bahwa layanan psikologis bukan hanya berfokus pada metode atau teknik terapi semata, tetapi juga pada bagaimana individu merasa diterima dan dipahami selama proses konseling.
“Bagi kami, terapi psikologis tidak hanya soal teknik atau metode intervensi. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap individu merasa didengar, dipahami, dan dihargai selama menjalani proses tersebut,” jelasnya.
Saat ini Lumina didukung oleh enam psikolog profesional yang memiliki kompetensi dalam bidang asesmen psikologis dan intervensi terapi.
Baca Juga: Pramuka SMPN 16 Bogor Bagikan 40 Paket Sembako Lewat Program Rantang Pramuka di Bulan Ramadhan
Seluruh layanan dilakukan dengan mengacu pada standar praktik psikologi yang etis, objektif, serta mengikuti perkembangan riset psikologi terkini.
Adapun layanan yang tersedia di Lumina meliputi asesmen psikologis untuk anak, remaja, dan dewasa, terapi psikologis, konseling individu maupun keluarga, serta pendampingan perkembangan anak dan remaja.
Pendekatan yang digunakan dirancang bersifat client-centered dan child-friendly, sehingga klien dapat menjalani proses asesmen maupun terapi dengan nyaman dalam suasana yang suportif.
Baca Juga: Risiko Gangguan Aritmia Bisa Meningkat bagi yang Doyan Lari Marathon, Dokter Jantung Berikan Saran
Kesehatan Mental Jadi Isu Kesehatan Global
Kehadiran Lumina juga tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan mental di tingkat global.
Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi yang memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup manusia.
Sementara itu, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi depresi di Indonesia mencapai sekitar 1,4 persen.
Kelompok usia remaja 15–24 tahun tercatat memiliki angka tertinggi dengan prevalensi sekitar 2 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap kesehatan mental, khususnya bagi anak dan remaja, menjadi semakin penting.
Dorong Kolaborasi dengan Sekolah dan Tenaga Medis
Selain memberikan layanan psikologis secara langsung kepada masyarakat, Lumina juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti sekolah, tenaga medis, serta institusi di bidang pendidikan dan kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun sistem dukungan yang lebih komprehensif dalam mendukung perkembangan psikologis individu, terutama bagi anak dan remaja.
“Kami percaya bahwa upaya menjaga kesehatan mental tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, serta profesional psikologi agar individu dapat berkembang secara optimal,” ujar Celestine.
Ia berharap kehadiran Lumina dapat menjadi ruang yang aman dan suportif bagi masyarakat untuk mendapatkan pendampingan psikologis.
“Harapan kami, Lumina dapat menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, tempat bagi remaja untuk merasa dipahami, serta ruang bagi orang dewasa menemukan kembali keseimbangan hidup. Kami ingin Lumina menjadi cahaya kecil yang terus menemani perjalanan banyak orang menuju kualitas hidup yang lebih baik,” tuturnya.
Dengan hadirnya Lumina Counseling and Therapy Center di Tangerang, masyarakat kini memiliki pilihan layanan kesehatan mental yang lebih luas, profesional, dan terpercaya. (***)
Editor : Yosep Awaludin