Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dari Bill Gates ke Elon Musk: Bagaimana Miliarder Teknologi Menguasai Peta Kekayaan Dunia

Siti Dewi Yanti • Selasa, 10 Maret 2026 | 03:25 WIB

Elon Musk jadi salah satu miliarder dunia.
Elon Musk jadi salah satu miliarder dunia.

RADAR BOGOR - Dalam tiga dekade terakhir, peta kekayaan global mengalami perubahan besar.

Jika pada awal 1990-an daftar orang terkaya dunia didominasi pengusaha industri dan ritel, kini posisi teratas justru dikuasai para tokoh teknologi yang turut menentukan arah perkembangan kecerdasan buatan dan masa depan manusia.

Ya, para miliarder teknologi tersebut tidak hanya memimpin perusahaan bernilai fantastis, tetapi juga memainkan peran penting dalam perkembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan atau AI.

Kondisi ini menandai pergeseran kekuatan ekonomi global dari konglomerasi tradisional menuju kelompok elite teknologi.

Era Bill Gates dan Awal Dominasi Teknologi

Perubahan tersebut mulai terlihat ketika Bill Gates muncul sebagai salah satu mogul teknologi pertama yang menempati puncak daftar orang terkaya dunia pada 1992.

Pada periode itu, komposisi miliarder dunia masih sangat beragam.

Daftar orang terkaya tidak hanya diisi tokoh teknologi, tetapi juga pengusaha dari sektor industri manufaktur hingga pemilik jaringan ritel besar.

Pada awal 1990-an, total kekayaan gabungan dari 10 orang terkaya dunia tercatat hampir mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.691 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.910 per dolar AS).

Nilai tersebut setara sekitar 0,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat pada waktu itu.

Namun, kondisi tersebut berubah drastis dalam tiga dekade berikutnya.

Dominasi Para Raksasa Teknologi

Memasuki tahun 2025, daftar orang terkaya dunia didominasi oleh tokoh teknologi global seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Larry Ellison, Steve Ballmer, serta pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page.

Gabungan kekayaan 10 miliarder teratas tersebut melonjak tajam hingga melampaui 16 triliun dolar AS atau sekitar Rp 270.560 triliun.

Angka tersebut setara hampir 8 persen dari total PDB Amerika Serikat.

Lonjakan tersebut menunjukkan bagaimana sektor teknologi kini menjadi sumber kekayaan terbesar di dunia sekaligus mengubah peta kekuasaan ekonomi global.

Teknologi dan Masa Depan Manusia

Konsentrasi kekayaan yang sangat besar di tangan segelintir tokoh teknologi juga memunculkan berbagai pertanyaan terkait arah masa depan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.

CEO Sam Altman dari OpenAI pernah menyampaikan pandangannya bahwa manusia berpotensi menjadi spesies pertama yang mampu merancang generasi keturunannya sendiri melalui teknologi.

Di sisi lain, sejumlah tokoh teknologi juga tengah mengembangkan proyek yang bertujuan memperluas kemampuan manusia melalui inovasi teknologi.

Misalnya, Elon Musk melalui perusahaan Neuralink mengembangkan teknologi yang berupaya menghubungkan otak manusia dengan sistem kecerdasan buatan.

Sementara itu, Mark Zuckerberg diketahui mengarahkan sebagian kegiatan filantropinya pada penelitian yang berfokus pada upaya memperpanjang umur manusia.

Ada pula investor teknologi Peter Thiel yang memiliki rencana untuk membekukan tubuhnya melalui teknologi kriogenik dengan harapan suatu hari dapat dihidupkan kembali di masa depan.

Perkembangan tersebut menunjukkan, para miliarder teknologi tidak hanya berperan dalam ekonomi global, tetapi juga semakin aktif membentuk arah perkembangan teknologi yang berpotensi memengaruhi masa depan umat manusia. (din/dns)

Editor : Siti Dewi Yanti
#miliarder #bill gates #elon musk