RADAR BOGOR - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi berbagai sorotan terhadap kondisi anggaran Indonesia dengan menegaskan, secara fundamental indikator ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang aman.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, jika dilihat dari sejumlah indikator utama, kondisi fiskal Indonesia masih cukup stabil.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam batas yang terkendali.
Selain itu, rasio defisit anggaran terhadap PDB juga dinilai tetap aman dan tidak menunjukkan tekanan yang mengkhawatirkan.
Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat.
Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,11 persen, yang dinilai sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20.
Jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan, angka tersebut dinilai cukup kompetitif.
Beberapa negara seperti Thailand dan Malaysia disebut memiliki tingkat pertumbuhan sekitar 4 persen.
Sementara, Vietnam juga berada di kisaran angka yang tidak jauh berbeda.
Meski demikian, ia mengakui masih ada pandangan dari sebagian pihak yang mempertanyakan kondisi anggaran Indonesia.
Salah satu faktor yang dinilai memicu keraguan tersebut adalah karena pemerintahan saat ini masih tergolong baru, termasuk posisi Menteri Keuangan yang juga baru dijabat.
Purbaya Yudhi Sadewa menilai, keraguan dari sebagian pihak luar negeri kemungkinan muncul karena mereka belum sepenuhnya memahami arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan yang baru.
Oleh karena itu, komunikasi dengan komunitas internasional dinilai perlu diperkuat.
Purbaya juga menyadari bahwa selama ini dirinya belum banyak melakukan komunikasi langsung dengan kalangan internasional.
Ia bahkan mengakui, sebelumnya memiliki prinsip untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sebelum pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6 persen.
Namun, kondisi saat ini dinilai memerlukan pendekatan yang berbeda.
Ia menilai, pemerintah perlu lebih aktif memperkenalkan kondisi ekonomi Indonesia kepada dunia internasional, termasuk menjelaskan kebijakan fiskal yang sedang dijalankan.
Untuk itu, pada April mendatang ia berencana melakukan kunjungan ke luar negeri.
"Saya pikir sebelum tadinya sebelum Indonesia tumbuh 6 persen saya enggak akan ke negeri," jelas Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan.
Langkah tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan langsung kepada para pemangku kepentingan global bahwa pemerintah memahami dengan baik kebijakan fiskal yang sedang dijalankan serta arah pengelolaan keuangan negara ke depan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim