Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Hena Gian Hermana Mengangkat Usaha Genteng Bersama BRI: Dari Tanah Liat Menuju Harapan

Eka Rahmawati • Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:58 WIB

Salah satu pelaku usaha genteng mendapat pembiayaan BRI melalui KUR.
Salah satu pelaku usaha genteng mendapat pembiayaan BRI melalui KUR.

RADAR BOGOR - Di salah satu sudut kampung yang akrab dengan suara aktivitas pengolahan tanah liat dan mesin cetak, usaha genteng milik Hena Gian Hermana terus berjalan dari halaman rumahnya yang sederhana. Deretan genteng yang dijemur di bawah matahari menjadi gambaran perjalanan panjang usaha kecil yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Bagi Gian, genteng bukan hanya bahan bangunan. Setiap keping yang dihasilkan menyimpan cerita tentang ketekunan, keberanian menghadapi risiko, serta keyakinan bahwa usaha tradisional tetap memiliki peluang berkembang apabila dikelola dengan baik.

Ia menceritakan, usaha pabrik genteng yang dirintis keluarganya telah berdiri sejak 1985. Saat itu, tingginya kebutuhan atap genteng di pasaran belum mampu dipenuhi oleh produsen di kawasan Jatiwangi, sehingga membuka peluang bagi pelaku usaha baru.

Baca Juga: BRI Perkuat Program Gentengisasi Lewat Skema KUR Perumahan untuk Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas

Namun perjalanan bisnis tersebut tidak selalu mulus. Seiring waktu, berbagai tantangan muncul, mulai dari perubahan tren bahan bangunan, ketatnya persaingan produk, meningkatnya biaya produksi, keterbatasan bahan baku, berkurangnya tenaga kerja, hingga kendala permodalan.

Gian mengakui kondisi tersebut membuat banyak pabrik genteng tradisional akhirnya berhenti beroperasi.

“Tantangan zaman, persaingan produk, biaya produksi tinggi, bahan baku terbatas, dan berkurangnya jumlah pegawai menjadi faktor yang menyebabkan banyaknya pabrik genteng yang tidak bisa bertahan,” ujar Gian.

Perkembangan usahanya mulai mengalami perubahan ketika ia memperoleh akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah itu memberinya kesempatan memperkuat kapasitas usaha.

Modal tambahan dimanfaatkan untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta memperbaiki tungku pembakaran agar proses produksi lebih efisien. Perubahan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi, kualitas genteng yang lebih konsisten, serta waktu pengerjaan yang lebih singkat.

Menurutnya, keberadaan BRI sangat membantu para pelaku usaha genteng karena memberikan akses permodalan yang lebih mudah melalui skema KUR bagi pelaku UMKM.

Selain dukungan pembiayaan, pendampingan dari pihak bank juga membuat Gian mulai menerapkan pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata. Ia kini memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mencatat arus kas, serta merancang rencana pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Baca Juga: BRI Siapkan Rp25 Triliun Uang Tunai Jelang Lebaran 2026, Transaksi Digital Makin Dominan

Meningkatnya kapasitas produksi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Gian merekrut warga sekitar untuk terlibat dalam proses produksi, mulai dari pencetakan hingga pengangkutan, sehingga usaha tersebut turut menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Meski kini banyak bermunculan bahan atap modern seperti baja ringan dan genteng metal, Gian tetap optimistis. Menurutnya, genteng tanah liat masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi masyarakat yang mengutamakan kenyamanan suhu rumah serta nilai estetika tradisional.

Ke depan, ia berencana memperluas jaringan pemasaran agar tidak hanya bergantung pada pembeli lokal, tetapi juga menjangkau proyek pembangunan perumahan dalam skala lebih besar. Ia juga mempertimbangkan inovasi desain agar produknya mampu mengikuti perkembangan tren pasar.

Gian berharap sinergi antara perbankan dan pemerintah terus diperkuat untuk mendukung keberlangsungan industri genteng rakyat, baik melalui akses permodalan maupun kebijakan yang mendorong permintaan pasar.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar usaha genteng tradisional tidak sekadar bertahan sebagai penyedia bahan bangunan, tetapi juga tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya lokal serta sumber mata pencaharian bagi banyak pekerja.

Dalam kesempatan itu, Gian juga menyinggung program Gentengisasi yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Program tersebut mendorong penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat sebagai bagian dari gerakan Gerakan Indonesia ASRI.

Baca Juga: Kisah Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI, dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas

Ia menilai kebijakan tersebut memberi harapan baru bagi industri genteng tradisional, khususnya di wilayah Jatiwangi, agar kembali berkembang dan menghidupkan kembali kejayaan industri genteng lokal.

Program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, bukan hanya bagi pemilik pabrik, tetapi juga bagi para pekerja yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.

Sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI turut mendukung program tersebut melalui skema pembiayaan KUR Perumahan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai fasilitator pembiayaan antara pengusaha genteng dan pengembang perumahan.

Menurutnya, BRI dapat menyalurkan pembiayaan setelah adanya kontrak kerja sama antara produsen genteng dan pengembang, sehingga proses pembiayaan bisa segera dilakukan.

Baca Juga: Kisah BRILink Agen Ohim di Kemayoran Jakarta Pusat, Sukses Berdayakan Warga dan Bangun Jejaring Usaha Mikro Setelah Hadir Lebih dari 1 Dekade

“Peran BRI berada di tengah, ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya, kebetulan kita sudah ada KUR Perumahan, bahan bangunan seperti ini merupakan bagian dari KUR Perumahan," jelas Hery Gunardi.

Ia menambahkan, dukungan pembiayaan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Dampaknya mencakup meningkatnya aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok sektor perumahan, hingga terbukanya peluang lapangan kerja di berbagai daerah.

Melalui dukungan tersebut, BRI berharap pelaku UMKM lokal semakin berkembang dan industri genteng dalam negeri dapat semakin kuat serta berdaya saing.

Editor : Eka Rahmawati
#genteng #bri #Gentengisasi