Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Usaha Tercabaikan: dari Baso Aci Rumahan Jadi Brand Kuliner Bandung, Tumbuh lewat Dukungan LinkUMKM BRI

Yosep Awaludin • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:38 WIB

Brand kuliner Bandung Tercabaikan yang hadirkan beragam menu.
Brand kuliner Bandung Tercabaikan yang hadirkan beragam menu.

RADAR BOGOR – Ketertarikan pada olahan berbasis tepung aci menjadi titik awal lahirnya brand kuliner Tercabaikan.

Usaha Tercabaikan yang berbasis di Bandung ini kini dikenal menghadirkan beragam menu, mulai dari baso aci, cimol bojot, cireng kuah, mie kocok, kupat tahu, mie ayam, hingga cilok.

Melalui eksplorasi rasa dan pengembangan produk, Tercabaikan berupaya mengangkat kuliner tradisional dengan sentuhan kekinian agar tetap diminati berbagai kalangan.

Baca Juga: WFH Segera Berlaku di Kota Bogor, ASN Diwanti-wanti Soal Penggunaan Kendaraan Dinas

Setiap menu dirancang dengan bumbu yang kaya, dilengkapi beragam pilihan topping dan isian yang variatif.

Inovasi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga daya saing. Hal ini terlihat dari hadirnya variasi menu unik, seperti kupat tahu dengan tambahan sambal geprek maupun chili oil, hingga baso aci dengan pilihan kuah beragam seperti keju, seblak, dan soto.

Pemilik Tercabaikan, Inggra DP, menjelaskan bahwa ide usaha ini muncul saat dirinya melihat antusiasme masyarakat terhadap baso aci ketika berkunjung ke Garut. Dari pengalaman tersebut, ia terdorong untuk mencoba membuat versi sendiri di rumah.

Baca Juga: Rayakan Libur Lebaran di Samudra Ancol, Ada Pertunjukan Bajak Laut hingga Promo Menarik

“Awalnya saya memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ketika ke Garut, saya melihat penjual baso aci yang sangat ramai, bahkan pembeli sudah antre sejak dini hari. Dari situ saya penasaran dan mencoba membuat sendiri di rumah untuk dibagikan ke keluarga,” tuturnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi pemicu berkembangnya usaha Tercabaikan ini.

Bahkan pada momen syukuran pernikahannya di tahun 2017, Inggra membagikan baso aci kepada kerabat dan tetangga, yang kemudian memunculkan pesanan pre-order dan menjadi awal perjalanan bisnis Tercabaikan.

Baca Juga: Angkutan Barang Masih Dibatasi, Masyarakat Diminta Atur Waktu Arus Balik Lebaran 2026

Dalam proses membangun usaha, berbagai tantangan sempat dihadapi, terutama di tahap awal saat seluruh operasional masih dilakukan secara mandiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran.

Untuk memperluas jangkauan pasar, strategi digital pun diterapkan melalui berbagai kanal seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, hingga layanan pesan antar.

Seiring pertumbuhan usaha, Inggra juga aktif meningkatkan kemampuan bisnisnya dengan mengikuti berbagai pelatihan.

Salah satunya melalui platform LinkUMKM BRI yang ia kenal sejak tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

“Saya mengenal LinkUMKM ketika ikut pelatihan di Rumah BUMN. Programnya sangat membantu karena menyediakan pelatihan gratis yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, termasuk materi kekinian seperti pemanfaatan kecerdasan buatan,” ungkapnya.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Atlantis Water Adventure Ancol Tawarkan Promo Tiket Mulai Rp150 Ribu

Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh sekitar 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pengembangan usaha secara digital.

Platform ini menyediakan enam fitur utama yang terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menuturkan bahwa LinkUMKM dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Baca Juga: Rumah Baru Tasya Farasya Rampung, Netizen Heboh Lihat Harga Bathtub dan Tempat Sampah

Melalui platform ini, pelaku usaha dapat mengakses pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini.

"Selain itu, mereka juga bisa memperluas jaringan dan menangkap peluang pasar di era digital. Kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Tercabaikan #bandung #tepung aci