Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Garuda Indonesia Siapkan 118 Pesawat Siap Terbang di 2026, Target Bangkit dari Tekanan Kinerja

Siti Dewi Yanti • Senin, 30 Maret 2026 | 02:05 WIB

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan.

RADAR BOGOR - Upaya pemulihan kinerja terus digenjot oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Garuda Indonesia yang merupakan maskapai nasional tersebut menargetkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan kebangkitan bisnis, dengan fokus utama pada peningkatan kesiapan armada.

Manajemen Garuda Indonesia menargetkan sebanyak 118 pesawat dalam kondisi siap operasi (serviceable) pada akhir 2026.

Rinciannya terdiri dari 68 armada Garuda Indonesia dan 50 pesawat milik anak usaha, Citilink.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi turnaround perusahaan.

Upaya ini dilakukan, kata Glenny, seiring dengan percepatan transformasi bisnis serta pemulihan kapasitas armada yang tengah berjalan.

Kinerja Masih Tertekan Sepanjang 2025

Meski optimistis menatap masa depan, sambung Glenny, kinerja keuangan Garuda Indonesia sepanjang 2025 masih menghadapi berbagai tantangan.

Secara konsolidasi, pendapatan usaha tercatat sebesar USD 3,22 miliar, mengalami penurunan sekitar 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, tegas Glenny, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar USD 319,39 juta.

Tekanan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya tetap, hingga proses pemulihan armada yang belum sepenuhnya rampung.

Pemulihan Armada Mulai Terlihat

Dari sisi operasional, papar Glenny, terdapat sinyal positif. Jumlah pesawat yang beroperasi mulai meningkat signifikan.

Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 99 armada, naik dari sebelumnya 84 pesawat pada pertengahan tahun.

Namun demikian, masih ada 43 pesawat yang menjalani perawatan, menunjukkan bahwa proses pemulihan armada masih berlangsung secara bertahap.

Penumpang Turun, Harapan Tetap Ada

Di tengah kondisi tersebut, menurut Glenny, jumlah penumpang sepanjang 2025 tercatat mencapai 21,2 juta orang.

Angka ini mengalami penurunan sekitar 10,5 persen secara tahunan, mencerminkan adanya tekanan permintaan serta penurunan yield penumpang.

Meski menghadapi berbagai tantangan, manajemen tetap optimistis.

Glenny meyakini, pemulihan armada Garuda Indonesia yang konsisten, ditambah transformasi bisnis yang berkelanjutan, akan mendorong perbaikan kinerja secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan strategi yang terarah dan fokus pada efisiensi operasional, Garuda Indonesia berharap dapat kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu maskapai utama di kawasan, sekaligus menjawab tantangan industri penerbangan yang semakin kompetitif. (agf/dio)

Editor : Siti Dewi Yanti
#Glenny Kairupan #garuda indonesia