Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

D'Kambodja Heritage by Anne Avantie Berkembang Bersama BRI, Nostalgia Rasa yang Hidupkan Wisata Kuliner Semarang

Eka Rahmawati • Senin, 30 Maret 2026 | 14:47 WIB

D’Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie salah satu wisata kuliner di Semarang, Jawa Tengah.
D’Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie salah satu wisata kuliner di Semarang, Jawa Tengah.

RADAR BOGOR - Sejak dahulu, Semarang dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner legendaris yang memiliki cita rasa khas dan sulit dilupakan. Tak mengherankan jika kota ini kerap menjadi tempat persinggahan para pelancong, termasuk pemudik yang melintasi jalur Pantura.

Salah satu destinasi kuliner yang patut dikunjungi saat berada di Semarang adalah D’Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie yang berada di kawasan Museum Mandala Bhakti. Tempat makan ini tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menghadirkan pengalaman bersantap dengan nuansa heritage yang sarat cerita dan keunikan.

Di balik konsep tersebut, terdapat sosok Anne Avantie, perancang busana ternama yang dikenal luas melalui karya kebayanya. Namun, kiprahnya di dunia kuliner ternyata berawal dari kondisi yang penuh tantangan.

Baca Juga: Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI, Bakpao Gandum RoyalKueID Jadi Pilihan Camilan Praktis

Ia mengisahkan bahwa ide membuka usaha kuliner muncul saat pandemi COVID-19 pada 2020, ketika industri fashion mengalami penurunan signifikan. Situasi tersebut membuatnya harus mencari cara agar tetap bisa mempertahankan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan para karyawan.

Langkah awal dimulai dengan menghadirkan Resep Dapur Avantie yang kemudian berkembang setelah mendapat dorongan dari orang-orang terdekat untuk membuka usaha kuliner secara lebih serius. Dari proses tersebut, lahirlah D’Kambodja Heritage Dapur Ndeso yang resmi berdiri di tengah masa pandemi.

“Pandemi mengubah segalanya, industri fashion terpuruk, dan saya sempat merasa sulit untuk bertahan, PSBB membuat fashion show berhenti, sementara kami tetap harus menghidupi karyawan yang sebagian besar berpendidikan SMP dan SMA,” kata Anne Avantie mengisahkan perjalanan D’Kambodja Heritage Dapur Ndeso.

Nama D’Kambodja sendiri memiliki makna khusus bagi Anne Avantie. Bunga kamboja yang kerap ia gunakan sebagai aksesori rambut telah menjadi bagian dari identitas dirinya, sehingga diangkat sebagai nama usaha.

Keistimewaan restoran ini tidak hanya terletak pada menu, tetapi juga pada filosofi yang diusung. Anne mempertahankan keaslian masakan rumahan dengan sentuhan estetika yang mencerminkan karakter dirinya sebagai desainer. Setiap sajian ditata dengan rapi, didukung bangunan yang artistik, serta dilengkapi cerita di baliknya, yang ia sebut sebagai “Nostalgia Rasa”.

Konsep tersebut merepresentasikan perjalanan hidup yang sarat kenangan. Baginya, pengalaman masa lalu memiliki peran penting dalam membentuk diri seseorang. Gagasan ini kemudian diwujudkan dalam berbagai elemen restoran, mulai dari desain bangunan, dekorasi, hingga peralatan makan yang dipilih dengan pertimbangan estetika dan makna.

Selain konsep yang kuat, D’Kambodja juga dikenal melalui beragam menu andalan seperti Lontong Opor Jangan Ndeso, Nasi Gudeg Sitimewah, dan Nasi Rames yang menawarkan cita rasa khas rumahan dengan tampilan lebih elegan.

Baca Juga: Berkat Dukungan LinkUMKM BRI, CamilanQ Angkat Pastel Abon Jadul dari Surakarta Terus Berkembang

Dalam perjalanan usahanya, Anne Avantie turut merasakan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia menilai BRI berperan dalam membantu memperluas pengenalan D’Kambodja kepada masyarakat, termasuk melalui dukungan permodalan pada tahap awal usaha.

Menurutnya, berbagai program, kegiatan sosial, dan event yang melibatkan BRI turut membantu meningkatkan eksposur D’Kambodja. Selain itu, BRI juga berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM binaan Yayasan Anne Avantie agar dapat berkembang lebih jauh. Ia mengibaratkan peran BRI sebagai penopang penting, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi yayasan yang dikelolanya.

"BRI memberikan hubungan yang positif kepada D'Kambodja lewat program-program, kegiatan sosial, serta event yang membuat masyarakat lebih mengenal D'Kambodja, selain itu juga mendukung pemberdayaan UMKM binaan Yayasan Anne Avantie agar bisa naik kelas, jadi BRI ini ibarat tiang penyangga bukan hanya untuk Anne Avantie secara individu, tapi juga buat Yayasan Anne Avantie," jelas Anne.

Baca Juga: Inni Dawet Sukses Bertahan di Tengah Tren Minuman Kekinian, UMKM Jakarta Timur Ini Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI secara konsisten memberikan dukungan pembiayaan dan pendampingan bagi UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

Ia menambahkan bahwa kisah D’Kambodja menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha. BRI, lanjutnya, akan terus menghadirkan program pendampingan dan pemberdayaan guna membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas serta daya saing mereka.

“D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso by Anne Avantie menjadi salah satu contoh dengan pemberdayaan dari BRI, UMKM bisa terus berkembang usahanya, kami terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas” ujar Dhanny dalam keterangannya.

Editor : Eka Rahmawati
#anne avantie #bri #D Kambodja Heritage