RADAR BOGOR - Desa Sumowono di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berkembang menjadi salah satu desa berbasis pertanian yang sukses menggerakkan ekonomi lokal.
Didukung sektor sayuran, pasar tradisional, serta inovasi digital, Desa Sumowono terus melaju sebagai contoh pemberdayaan desa modern.
Kehidupan ekonomi masyarakat Desa Sumowono bertumpu pada sektor pertanian, khususnya komoditas sayuran yang menjadi unggulan utama.
Kondisi geografis yang berada di dataran tinggi membuat pertanian tumbuh subur dan menjadi sumber penghidupan mayoritas warga.
Kepala Desa Sumowono, Budiyono, menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Letak desa yang dekat dengan pusat distribusi sayur di Kabupaten Semarang juga memperkuat perannya dalam rantai pasok hasil pertanian.
“Keberadaan pasar menjadi faktor utama yang mendorong perputaran ekonomi masyarakat di desa ini,” ungkapnya.
Desa Sumowono memiliki tiga pasar yang beroperasi secara bergantian hampir sepanjang hari, mulai dari pasar tingkat kabupaten, pasar desa, hingga pasar pagi.
Aktivitas perdagangan yang berlangsung tanpa henti menjadikan desa ini sebagai titik temu antara petani, pedagang, dan pembeli dari berbagai wilayah.
Baca Juga: Rincian Jadwal dan Tahapan Bansos 2026 Triwulan Kedua, PKH dan BPNT Cair Bertahap hingga Juni
Penataan pasar yang dilakukan pemerintah desa turut meningkatkan kenyamanan dan daya tarik.
Kini, pasar desa telah tersusun rapi dari Blok A hingga Blok F, dengan pedagang yang berasal dari berbagai latar belakang, baik petani yang menjual hasil panen langsung maupun pedagang perantara.
Hasil pertanian dari Sumowono tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah di luar wilayah desa.
Di balik aktivitas tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memainkan peran strategis dalam menggerakkan ekonomi desa.
BUMDes ini mengelola berbagai unit usaha, mulai dari pasar desa, layanan keuangan, pengelolaan alun-alun, pengolahan sampah, hingga layanan belanja online dan pengantaran.
Melalui unit keuangan desa, masyarakat dapat mengakses pinjaman dengan bunga ringan. Sementara itu, pengelolaan sampah diarahkan agar memiliki nilai ekonomi tambahan. Alun-alun desa pun ditata menjadi ruang publik yang nyaman dan ramah bagi warga.
Inovasi lainnya hadir melalui layanan ONNO (Delivery Online Sumowono), yang dikembangkan untuk mendukung aktivitas UMKM.
Layanan ini tidak hanya memudahkan warga berbelanja secara daring, tetapi juga membuka peluang kerja bagi generasi muda sebagai pengemudi.
Setiap harinya, ONNO mampu melayani sekitar 50 hingga 60 transaksi, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga produk lokal UMKM.
Geliat usaha mikro juga terlihat di kawasan alun-alun desa. Sekitar 20 hingga 22 pelaku UMKM aktif berjualan, mayoritas bergerak di sektor kuliner.
Baca Juga: Persiapan CPNS 2026 Makin Jelas! Ini Instansi dengan Tes Wawancara dan Jadwal Usulan Formasi
Dukungan dari BRI hadir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa pembangunan pujasera yang akan menjadi pusat kegiatan UMKM agar lebih tertata dan nyaman.
Selain itu, penguatan permodalan dan digitalisasi juga dilakukan melalui BRI Unit Sumowono. Pelaku usaha mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman umum, serta fasilitas transaksi non-tunai seperti QRIS dan mesin EDC.
Kolaborasi tersebut membuahkan hasil positif. Desa Sumowono berhasil masuk dalam 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa program Desa BRILiaN merupakan upaya pemberdayaan desa yang dirancang untuk menciptakan model pengembangan desa yang berkelanjutan.
Program ini bukan sekadar pengakuan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun desa yang mandiri.
"Desa Sumowono menunjukkan bagaimana potensi lokal, mulai dari pertanian, pasar rakyat, hingga semangat gotong royong, dapat menjadi fondasi menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga akhir 2025, sebanyak 5.200 desa di Indonesia telah mendapatkan pendampingan melalui program Desa BRILiaN.
Kisah Desa Sumowono menjadi gambaran nyata bahwa inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan potensi lokal mampu mendorong desa berkembang lebih cepat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (***)
Editor : Yosep Awaludin