Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Candyco Malang Sukses Kembangkan Kerajinan Rajut Custom, Didukung BRI dan LinkUMKM

Yosep Awaludin • Rabu, 1 April 2026 | 09:04 WIB
Candyco berhasil mengembangkan bisnins handmade.
Candyco berhasil mengembangkan bisnins handmade.

RADAR BOGOR – Candyco, pelaku usaha kerajinan rajut asal Kota Malang, berhasil mengembangkan bisnis handmade dengan produk unggulan berupa bunga rajut dan boneka rajut yang dapat dipesan secara custom sesuai kebutuhan pelanggan.

Didirikan pada 2020, Candyco kini didukung oleh 15 tenaga kerja dan memasarkan produknya melalui berbagai kanal.

Mulai dari gerai fisik, reseller, marketplace, social commerce, skema business to business (B2B), hingga partisipasi Candyco dalam pameran dan event. Jangkauan pasarnya pun telah meluas dari lokal hingga antar kota.

Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Dubes China Bahas Kerja Sama Ekonomi, Perkuat Hubungan Indonesia – Tiongkok

Co-Founder Candyco, Adillah Dhianida Khanza, menjelaskan bahwa pengembangan bisnis rajut custom membutuhkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk, kesiapan kapasitas produksi.

Serta pengelolaan sumber daya manusia yang baik agar mampu memenuhi permintaan pelanggan secara berkelanjutan.

Ia menuturkan, Candyco berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha setelah melihat tingginya minat pasar, serta adanya dorongan dari lingkungan sekitar untuk mulai memasarkan produk.

Baca Juga: Hidden Gem Baru di Bogor! Hidden Dragon Hill Suguhkan Vibes Ala China dan Jepang Lengkap dengan Kebun Durian di Atas Bukit

Pada tahap awal, penjualan dilakukan melalui marketplace. Namun, karena dijalankan bersamaan dengan aktivitas perkuliahan, usaha ini sempat berhenti beroperasi pada periode 2022 hingga 2023. Candyco kemudian kembali aktif pada 2024 dan membuka gerai di Kota Malang.

Menurut Adillah, perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah, terutama dalam mengikuti tren pasar yang dinamis serta mengelola tim agar tetap mampu memenuhi permintaan konsumen.

Dalam operasionalnya, Candyco memanfaatkan sistem pembayaran digital QRIS BRI untuk memudahkan transaksi dengan pelanggan.

Baca Juga: Kampung Koboi Tugu Selatan Jadi Ikon Wisata Bogor, Bukti Sukses Transformasi Desa BRILiaN

Sementara dari sisi pengembangan usaha, platform LinkUMKM menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kapasitas bisnis melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

Adillah juga mengikuti program Seven Days Challenge dari LinkUMKM, yaitu program selama tujuh hari yang mendorong pelaku UMKM untuk membuat konten harian berbasis micro storytelling sebagai refleksi perjalanan bisnis sekaligus perencanaan strategi ke depan.

Ia mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan pengalaman menarik karena membantu pelaku usaha melakukan evaluasi terhadap perjalanan bisnis yang telah dilalui, sekaligus menyusun langkah pengembangan yang lebih terarah.

Hingga akhir 2025, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara digital, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan naik kelas.

Baca Juga: Langsung Meledak! Debut Lagu SWIM dari BTS Berhasil Kuasai Puncak Billboard Hot 100

LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain itu, tersedia lebih dari 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha, baik soft skill maupun hard skill.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa Candyco menjadi salah satu contoh nyata bagaimana LinkUMKM mampu membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas bisnis melalui akses pembelajaran, pendampingan, dan program yang relevan.

Baca Juga: Di Balik Stigma Rawan Longsor, Pasir Madang Menyimpan Harapan: Kisah KKN, Pertanian, dan Kebangkitan dari Lereng Sukajaya Bogor

Menurutnya, daya saing UMKM sangat ditentukan oleh konsistensi dalam pengelolaan usaha, kualitas produk, serta kesiapan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

"BRI terus mendorong pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat fondasi bisnis melalui berbagai program pemberdayaan agar dapat tumbuh secara berkelanjutan," tuturnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Candyco #Handmade #kota malang