RADAR BOGOR – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap maraknya penipuan digital, khususnya melalui tautan palsu atau phishing atau link palsu.
BRI menginformasikan, bahwa pesatnya perkembangan digital di sektor keuangan memang memberikan kemudahan, namun juga meningkatkan potensi kejahatan siber, seperti penipuan digital.
BRI melansir data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC), hingga 26 Februari 2026 tercatat ratusan ribu laporan penipuan digital, khususnya di sektor jasa keuangan.
Baca Juga: JPO Tegar Beriman Ditargetkan Rampung Juni, Hari Jadi Bogor ke 544 Bisa Digunakan Warga
BRI mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap situs palsu yang dibuat menyerupai website resmi.
Modus ini bertujuan menipu pengguna agar memasukkan data pribadi yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.
Direktur IT BRI, Saladin D Effendi, menjelaskan bahwa penyebaran link palsu kerap dilakukan melalui SMS, email, maupun aplikasi pesan instan.
Tautan tersebut biasanya didesain mirip dengan tampilan resmi guna mencuri informasi penting seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada tautan mencurigakan dan selalu memastikan akses layanan dilakukan melalui kanal resmi BRI. Selain itu, nasabah juga diingatkan untuk tidak membagikan data pribadi kepada pihak mana pun.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk hanya menggunakan layanan resmi seperti website BRI, aplikasi mobile banking BRImo, internet banking, kantor cabang, contact center, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
BRI juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP melalui tautan maupun pihak tidak resmi.
Apabila menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah diminta segera melapor melalui layanan contact center agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau menerapkan prinsip “Think Before Click”, yakni selalu memeriksa keamanan tautan sebelum mengakses serta memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, BRI berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, sehingga tercipta ekosistem keuangan yang aman dan terpercaya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga