RADAR BOGOR – Bank Indonesia resmi memperluas layanan QRIS Antarnegara hingga ke Korea Selatan.
Peluncuran QRIS Antarnegara ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran digital lintas negara.
Dikutip dari Instagram @bank_indonesia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menyampaikan QRIS Antarnegara ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan ekosistem pembayaran terintegrasi, efisien, dan inklusif.
Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi wujud komitmen bersama guna mendukung konektivitas keuangan digital Indonesia dan Korea Selatan.
Menurutnya, inisiatif ini juga menjadi bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang mendorong digitalisasi sekaligus memperkuat konektivitas global.
QRIS Antarnegara hadir sebagai pertemuan dua pilar utama, yakni inovasi untuk memperluas inklusi dan efisiensi, serta internasionalisasi guna membangun sistem pembayaran lintas negara yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Baca Juga: 111 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Selama Maret 2026, BMKG: Terbesar M 5,4
Dalam peluncuran tersebut, turut hadir Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dan Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Soo-Deok.
Momen menarik terjadi saat Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman melakukan uji coba transaksi langsung menggunakan QRIS di Korea Selatan.
Dengan senyum, ia mengungkapkan bahwa proses transaksi sangat mudah, cukup pindai dan langsung selesai.
Kehadiran QRIS Antarnegara ini dinilai akan mempermudah wisatawan Indonesia di Korea Selatan maupun wisatawan Korea yang berkunjung ke Indonesia dalam melakukan transaksi secara seamless.
Selain itu, kemudahan ini juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan sektor pariwisata, tren kuliner lintas budaya, hingga memperluas akses UMKM ke pasar regional dan global.
Sebelumnya, konektivitas QRIS Antarnegara telah terjalin dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Dengan bergabungnya Korea Selatan, ekosistem pembayaran lintas negara semakin kuat.
Data menunjukkan, sepanjang 2025 sekitar 5,9 juta transaksi inbound ke Indonesia dan 1,7 juta transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di luar negeri.
Data ini menunjukkan tingginya potensi pemanfaatan QRIS Antarnegara ini ke depan. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin