RADAR BOGOR – Tren fesyen berbasis wastra Nusantara turut mendorong pelaku usaha perempuan untuk menciptakan produk yang menggabungkan keindahan visual, nilai budaya, serta kesan eksklusif. Hal ini terlihat pada JJC Rumah Jahit, sebuah usaha fesyen dari Jakarta Utara yang mengembangkan desain modern dengan memanfaatkan kain tenun.
JJC Rumah Jahit menghadirkan berbagai produk dengan perpaduan tenun polos, tenun perca, dan bordir bermotif budaya Jakarta maupun Nusantara. Salah satu produk unggulan yang banyak diminati adalah outer dengan kombinasi tenun dan bordir yang cocok digunakan dalam suasana kasual hingga semi formal. Setiap desain diproduksi dalam jumlah terbatas, maksimal 12 potong, guna memberikan nilai eksklusivitas bagi konsumen.
Baca Juga: Praktis! Bayar PBB via BRImo Dapat Cashback hingga 13 Persen, Begini Cara dan Syaratnya
Selain produk siap pakai, JJC Rumah Jahit juga menyediakan layanan kustom yang memungkinkan pelanggan menyesuaikan desain sesuai kebutuhan dan selera. Layanan ini dirancang untuk mendukung mobilitas perempuan sehari-hari, sejalan dengan konsep “For Women on the Move”.
Pemilik JJC Rumah Jahit, Jihan Astriningtrias, menjelaskan bahwa bisnis tersebut bermula dari langkah sederhana yang kemudian berkembang menjadi usaha berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa usaha ini tidak lahir dari ambisi besar, melainkan dari keinginan sederhana sang ibu yang pada 2003 mendirikan butik rumahan agar tetap produktif dari rumah. Dari langkah kecil tersebut, muncul keberanian untuk terus mengembangkan JJC Rumah Jahit menjadi lebih besar di masa depan.
“Ajaibnya, asa kecil inilah yang membuat kami berani memupuk dan membangun cita-cita besar untuk dapat mengembangkan JJC Rumah Jahit secara kontinu di masa mendatang,” ujar Jihan mengisahkan perjalannya.
Baca Juga: Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir, dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional
Sejak melakukan rebranding pada 2023, JJC Rumah Jahit semakin memperkuat identitas desain kontemporer serta memperluas pasar melalui berbagai kanal, mulai dari toko fisik, marketplace, social commerce, hingga partisipasi dalam pameran dan kerja sama B2B. Pemanfaatan platform digital juga dioptimalkan untuk mendukung pemasaran dan penjualan.
Dalam menjalankan operasionalnya, usaha ini memanfaatkan layanan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), termasuk QRIS, guna mempermudah transaksi. Di sisi lain, Jihan juga aktif meningkatkan kapasitas bisnis melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran.
“Saya merupakan anggota binaan Rumah BUMN BRI yang telah memberikan banyak bimbingan dan akses informasi untuk pengembangan usaha saya, termasuk melalui platform LinkUMKM BRI," jelas Jihan.
Ia menuturkan bahwa sebagai bagian dari binaan Rumah BUMN BRI, dirinya mendapatkan banyak dukungan berupa bimbingan serta akses informasi. Kehadiran LinkUMKM membantu dirinya dalam menghadapi tantangan usaha sekaligus merencanakan pengembangan bisnis dengan lebih terarah, berkat berbagai modul pembelajaran dan coaching clinic yang tersedia.
"Tersedia berbagai modul pembelajaran dan coaching clinic yang membantu UMKM bertumbuh serta mengambil keputusan bisnis secara lebih terarah,” ungkapnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai platform pendampingan daring, mencakup peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga akselerasi usaha.
Platform ini menyediakan enam fitur utama yang terintegrasi, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta layanan registrasi NIB. Selain itu, tersedia lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan teknis maupun non-teknis pelaku usaha.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas UMKM secara sistematis dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung peran pengusaha perempuan.
Ia menilai bahwa perjalanan JJC Rumah Jahit menjadi contoh bagaimana pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih terarah melalui pemanfaatan LinkUMKM dalam ekosistem pemberdayaan BRI.
Platform ini tidak hanya memberikan akses edukasi, tetapi juga memperkuat kemampuan usaha serta mendorong ekspansi pasar secara berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus mengembangkan LinkUMKM guna melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Pengalaman JJC Rumah Jahit mencerminkan bagaimana pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih terarah melalui pemanfaatan LinkUMKM sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan BRI," kata Dhanny.
Editor : Eka Rahmawati