RADAR BOGOR – Inovasi pengolahan limbah ternak kini menjadi peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha ultra mikro.
Di Kabupaten Bandung Barat, seorang perempuan nasabah PNM Mekaar berhasil mengubah limbah ternak menjadi sumber penghasilan berkelanjutan berkat dukungan sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, peran perempuan dalam menggerakkan usaha kecil semakin terlihat.
Melalui kolaborasi Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian, akses pembiayaan serta pendampingan usaha terus diperluas untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Onih Suryati, nasabah PNM Mekaar sekaligus agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat.
Sejak 2022, ia mengembangkan usaha berbasis pertanian dan peternakan dengan fokus pada budidaya cacing serta produksi pupuk organik kascing.
Baca Juga: 4 Cara Resmi Cek Nama Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 2 2026, Ada yang Bisa Dilakukan Secara Mandiri
Onih menjelaskan bahwa usaha tersebut berawal dari persoalan limbah kotoran sapi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan.
Setelah mengikuti pelatihan dari PNM, limbah tersebut diolah menjadi pakan cacing, yang kemudian menghasilkan pupuk bernilai ekonomi.
“Awalnya limbah ternak hanya menjadi masalah lingkungan. Setelah mendapatkan pendampingan, limbah itu kami manfaatkan sebagai pakan cacing dan menghasilkan pupuk untuk pertanian,” tuturnya.
Seiring waktu, usahanya berkembang menjadi sistem terintegrasi. Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, kemudian dimanfaatkan untuk budidaya cacing hingga menghasilkan pupuk organik yang digunakan kembali untuk pertanian.
Selain itu, bantuan berupa greenhouse dari PNM turut memperkuat produktivitas usahanya sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Tak hanya itu, Onih juga merasakan manfaat tambahan setelah menjadi agen BRILink.
Ia kini dapat melayani berbagai transaksi keuangan masyarakat sekitar sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
“Dengan adanya biogas, saya tidak lagi membeli gas LPG. Hasil usaha cacing dan pupuk juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak,” ungkapnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa kisah Onih mencerminkan keberhasilan sinergi Holding Ultra Mikro dalam meningkatkan kapasitas usaha, khususnya bagi perempuan pelaku usaha.
Menurutnya, ekosistem ultra mikro tidak hanya menyediakan akses keuangan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha yang berkelanjutan sehingga pelaku usaha dapat berkembang lebih produktif dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga: PKL di Pasar Bogor Masih Nekat Berjualan, Jenal Mutaqin Ajak Pedagang Dialog
“Pendekatan ini mendorong pelaku usaha perempuan untuk tumbuh lebih mandiri, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitasnya,” jelasnya.
Sebagai bagian dari BRI Group, PNM menghadirkan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang ditujukan bagi perempuan prasejahtera yang belum tersentuh layanan perbankan.
Program ini memberikan akses pembiayaan tanpa agunan disertai pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga: Teja Paku Alam Pecahkan Rekor Clean Sheet Liga 1, Persib Bandung Makin Kokoh di Puncak
Sepanjang tahun 2025, program ini menunjukkan hasil signifikan. Tercatat sekitar 1,4 juta nasabah PNM berhasil naik kelas, yang menandakan peningkatan kapasitas usaha sekaligus akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal. (***)
Editor : Yosep Awaludin