RADAR BOGOR – Perjalanan usaha Siti Julaeha, seorang ibu rumah tangga di Lebak, Banten, berawal dari warung sederhana di rumahnya, menjadi seorang agen BRILink.
Dari sana, Siti Julaeha mulai menjual kebutuhan sehari-hari sambil tetap bekerja, dengan harapan dapat menambah penghasilan keluarga. Berkat dukungan sinergi holding ultra mikro BRI Group, usahanya yaitu agen BRILink kini berkembang dan menjadi salah satu penopang kebutuhan warga.
Siti Julaeha mengisahkan, usahanya jadi agen BRILink dimulai pada 2017 bersama PNM Mekaar dengan modal awal Rp2 juta. Saat itu, ia masih bekerja dan menjadikan warung sebagai usaha sampingan.
Baca Juga: Rampung Akhir Tahun, Ini Sederet Fasilitas yang Bakal Hadir di Posko Baru Damkar Yasmin Bogor
Ketika pandemi COVID-19 melanda, Siti memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengembangkan usaha sembako.
Di tengah situasi sulit, ia tetap bertahan. Dukungan modal, pendampingan, dan pelatihan dari PNM membuat usahanya perlahan tumbuh dan pendapatannya semakin stabil.
Ia merasakan langsung manfaat dukungan BRI Group, terutama melalui skema angsuran yang ringan.
Hal ini memberinya keleluasaan dalam mengatur keuangan usaha, mulai dari membayar cicilan, memutar modal, hingga memenuhi kebutuhan keluarga.
Seiring usaha yang semakin stabil, Siti mendapat kesempatan menjadi Agen BRILink. Peluang ini dimanfaatkannya dengan baik, apalagi di lingkungannya belum tersedia layanan serupa sehingga kebutuhan masyarakat cukup tinggi.
“Awalnya hanya tawaran, tapi ternyata menjadi peluang besar. Saya melihat kebutuhan transaksi di lingkungan sangat tinggi, sehingga saya semakin yakin mengambil kesempatan ini,” ujarnya.
Dengan proses yang mudah dan pendampingan berkelanjutan, Siti mulai menjalankan layanan BRILink berdampingan dengan warung sembakonya. Kedua usaha tersebut pun saling mendukung—warung tetap berjalan, sementara layanan transaksi semakin ramai digunakan masyarakat.
Baca Juga: Diikuti 44 Pemain, PSB Bogor Gelar Seleksi Piala Soeratin U-17 Jawa Barat
Kini, hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Siti telah memiliki toko sendiri dan rumah yang terpisah, menandakan usahanya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa melalui PNM, BRI menghadirkan program Mekaar untuk memberdayakan perempuan prasejahtera yang belum terjangkau layanan keuangan formal.
Program ini menyediakan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi dalam Holding Ultra Mikro menjadi wujud komitmen BRI Group dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi perempuan pelaku usaha kecil.
Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro di lebih dari 60 ribu desa di seluruh Indonesia. Lebih dari 1,4 juta nasabah juga telah naik kelas ke layanan BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha mereka.
Selain itu, lebih dari 420 ribu nasabah PNM Mekaar telah menjadi Agen BRILink, turut berperan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga