RADAR BOGOR - Perum Bulog terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Kali ini, Direktur Utama Bulog, Dr. Ahmad Rizal Ramdani, turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan panen raya musim tanam pertama tahun 2026 di Desa Baderan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Kehadiran Dirut Bulog di lokasi panen menjadi langkah konkret dalam memastikan target penyerapan gabah sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai, sesuai arahan Presiden.
Baca Juga: Ajang Porprov XV Jawa Barat 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi Kota Bogor Secara Masif
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Rizal Ramdani menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), TNI, Polri, petani, hingga penggilingan padi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
"Syukur alhamdulillah, saya bisa menyaksikan langsung padinya bagus-bagus, luar biasa. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa harga gabah yang diterima petani betul-betul sudah sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah. Bahkan tadi kami langsung bicara dengan para petani, dan gabah mereka dibeli dengan harga di atas harga pemerintah," ujar Ahmad Rizal dikutip dari YouTube TV BULOG.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mensejahterakan para petani sekaligus meningkatkan nilai tukar petani.
Baca Juga: Kolaborasi Baru, bank bjb dan LLDIKTI IV Jawa Barat Dorong Transformasi Kampus
Selain itu, Bulog juga ingin memastikan capaian target 4 juta ton ke depan benar-benar terwujud sesuai arahan Presiden.
Saat ini, stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog telah mencapai sekitar 4,4 juta ton.
Angka tersebut dinilai menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bulog juga memastikan harga gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sebagai langkah penting menjaga kesejahteraan dan nilai tukar petani di seluruh Indonesia.
Dengan kolaborasi yang semakin solid antara berbagai pihak, Bulog optimistis target penyerapan 4 juta ton gabah dapat terwujud demi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan Indonesia yang semakin mandiri.***
Editor : Eli Kustiyawati