RADAR BOGOR - Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran UMKM Indonesia di kancah global sekaligus memperluas akses pasar internasional.
Penegasan tersebut disampaikan Menteru UMKM usai kunjungan kerjanya ke China dalam rangka menghadiri forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.
Dalam keterangannya melalui laman Website Kementerian UMKM @umkm.go.id, Maman menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk mendorong integrasi UMKM nasional ke dalam rantai pasok global.
Baca Juga: Siap-Siap War! Jadwal Presale dan Daftar Harga Tiket Konser LANY Soft Jakarta Resmi Dirilis
Menurutnya, kerja sama dengan China menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal, mengingat besarnya potensi pasar serta hubungan ekonomi yang terus berkembang antara kedua negara.
Ia mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintah dalam kunjungan tersebut adalah membangun rantai pasok yang kuat bagi produk UMKM Indonesia sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas di China.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam perdagangan global.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Meritokrasi ASN, Pastikan Tidak Ada Toleransi Jual Beli Jabatan
Maman menyampaikan bahwa dalam forum tersebut, sejumlah komoditas unggulan Indonesia berhasil menarik perhatian pelaku usaha dan investor dari China.
Komoditas tersebut meliputi durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet.
Bahkan, ia menyoroti bahwa produk sarang burung walet Indonesia saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China, yang menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap kualitas produk dalam negeri.
Tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut, lanjutnya, menjadi peluang yang sangat potensial bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas jangkauan ekspor.
Ia menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong pelaku usaha, khususnya di sektor pertanian musiman seperti durian, agar mampu berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi, baik dari sisi kualitas maupun skala usaha.
Selain berfokus pada distribusi produk, Maman juga menekankan pentingnya penguatan sistem digital dalam mendukung pengembangan UMKM.
Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan China tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup integrasi teknologi dan pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan UMKM.
Baca Juga: Cicil Emas di BRImo Makin Mudah, BRI Tawarkan Cashback hingga Rp200 Ribu untuk Nasabah
Dalam hal ini, Kementerian UMKM berencana untuk mendorong integrasi data dan digitalisasi melalui program SAPA UMKM.
Di samping itu, pemerintah juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu mempelajari serta mengadopsi berbagai kebijakan dan strategi pengembangan UMKM yang telah berhasil diterapkan di China.
Pada kesempatan yang sama, Maman turut menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam proses ekspor, salah satunya terkait tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Strategis, Menkeu Purbaya dan Dubes Arab Saudi Bahas Peluang Kerja Sama Baru
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Sehingga arus ekspor dapat kembali berjalan lancar dan tidak menghambat pelaku usaha di dalam negeri.
Ia juga menambahkan bahwa pembukaan akses pasar ke China harus diiringi dengan pemenuhan berbagai standar dan regulasi yang berlaku di negara tujuan.
Baca Juga: bank bjb dan Mabes TNI Perpanjang Kerja Sama Strategis, Perluas Layanan Keuangan untuk Personel
Oleh karena itu, kedua negara sepakat untuk membentuk tim bersama yang bertugas mempercepat proses harmonisasi persyaratan teknis bagi produk UMKM Indonesia.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa produk Indonesia dapat lebih mudah diterima di pasar internasional.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, pemerintah akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman yang direncanakan berlangsung pada pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026.
Maman menyatakan optimisme bahwa langkah ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Mulai 10 April 2026, Ini Cara Cek Nama Penerima dan Besaran Dana
Ia berharap kolaborasi lintas negara yang terjalin dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Serta mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di berbagai daerah. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin