RADAR BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya menghadiri pertemuan para Menteri Keuangan ASEAN yang digelar secara daring pada 10 April lalu, oleh Keketuaan Filipina.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai kerja sama di sektor keuangan kawasan.
Dikutip dari instagram resmi @menkeuri, agenda utama dalam pertemuan tersebut mencakup pembahasan sejumlah isu penting.
Baca Juga: Deadline 15 April Jadi Penentu, KPM Harap Segera Cairkan Bansos Tahap I di PT Pos Indonesia
Seperti pembiayaan infrastruktur, kepabeanan, sistem single window, perpajakan, hingga pengelolaan perbendaharaan negara.
Dalam forum tersebut, Menkeu Purbaya menekankan pentingnya memperkuat kerja sama keuangan antarnegara ASEAN guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pembiayaan infrastruktur. Indonesia, sebagai salah satu pemilik modal terbesar dalam ASEAN Infrastructure Fund, mendorong skema pembiayaan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia turut berpartisipasi dalam sesi bersama Gubernur Bank Sentral ASEAN yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.
Dalam sesi tersebut, Indonesia menyampaikan komitmennya dalam mendukung integrasi keuangan kawasan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penandatanganan Protokol ke-9 Jasa Keuangan dalam kerangka ASEAN Framework Agreement on Services oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Protokol ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor strategis di Indonesia, termasuk sektor maritim, aviasi, dan transportasi yang memiliki peran penting dalam konektivitas kawasan.
Selain itu, implementasi protokol tersebut juga membuka peluang penguatan layanan remitansi lintas negara yang akan memberikan manfaat langsung bagi pekerja migran Indonesia di kawasan ASEAN.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat posisi di tengah integrasi ekonomi regional yang semakin erat.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan ASEAN mampu menghadapi dinamika global secara lebih tangguh serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin