RADAR BOGOR – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia merupakan hasil kerja bersama, sekaligus menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih kuat.
Dikutip dari Instagram @bank_indonesia, hal tersebut disampaikan dalam ajang Central Banking Forum 2026 yang mengangkat tema ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi volatilitas nilai tukar global.
Dalam forum tersebut, Destry menyoroti dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, yang memberikan dampak luas terhadap perekonomian dunia.
Tekanan terhadap pasar keuangan dan nilai tukar disebut menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari, termasuk bagi Indonesia.
Meski demikian, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat di tengah berbagai tekanan tersebut.
Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang masih solid, inflasi yang terkendali sesuai sasaran, serta stabilitas ekonomi yang terus terjaga.
Baca Juga: Viral di Bogor! Setelah Meloekis Kue, Little Bom Bom Kini Punya Live Photobooth Sketch
Dalam menjaga stabilitas tersebut, Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter secara konsisten dan terukur.
Langkah yang dilakukan antara lain intervensi di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) serta intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Selain itu, Bank Indonesia juga memperkuat tata kelola transaksi valuta asing di dalam negeri, baik untuk transfer ke luar negeri maupun pembelian valas domestik.
Baca Juga: Di Bawah Mentan Amran, Petani Percaya Diri Ulangi Rekor Swasembada Beras 4,72 Juta Ton
Upaya lain yang dilakukan adalah pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing, termasuk penguatan Local Currency Transaction (LCT).
Seluruh langkah tersebut didukung melalui sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin