Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Inspiratif Mantri BRI di Lombok, Sosok Perempuan Berdaya yang Gerakkan Ekonomi Warga Sekitar

Eka Rahmawati • Kamis, 16 April 2026 | 15:22 WIB
Sri Malasarin seorang tenaga pemasar mikro atau mantri BRI yang bertugas di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Dok. BRI)
Sri Malasarin seorang tenaga pemasar mikro atau mantri BRI yang bertugas di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. (Dok. BRI)

 

RADAR BOGOR - Di balik sikap lembutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya. Gambaran ini tercermin dalam sosok Sri Malasarin, seorang tenaga pemasar mikro (Mantri) BRI yang bertugas di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bagi perempuan yang akrab disapa Mala tersebut, pekerjaannya bukan sekadar rutinitas mencari nafkah. Ia memandang perannya sebagai bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Konsistensi dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun telah membantu banyak pelaku usaha kecil, khususnya petani, dalam memperoleh akses permodalan sekaligus pendampingan usaha.

Baca Juga: Saat Perempuan Bangkit, Ekonomi Menguat: Kisah Nia Anggraini Tumbuh Bersama PNM Mekaar dan BRI

Mala mengisahkan awal perjalanannya hingga menempati posisi saat ini. Lulusan S1 Agribisnis itu sempat berkarier di sektor keuangan sebelum akhirnya bergabung dengan Bank Rakyat Indonesia pada 2012 sebagai frontliner.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2014, ia mengikuti seleksi internal di bidang pemasaran dan berhasil lolos sebagai Mantri BRI. Sejak saat itu, ia mulai terjun langsung melayani masyarakat dengan berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Dalam menjalankan tugasnya, Mala menilai bahwa membangun kedekatan dengan nasabah menjadi hal paling krusial. Ia harus mampu beradaptasi dengan beragam karakter, mulai dari yang mudah diajak komunikasi hingga yang membutuhkan pendekatan lebih sabar.

Baca Juga: BRI Hadirkan Kemudahan Tebus Gadai Pegadaian Lewat BRImo, Lengkap dengan Promo Cashback Menarik

“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda, ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik, kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan,” ujar Mala.

Menurutnya, pendekatan personal sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang belum memahami layanan keuangan. Edukasi dilakukan secara bertahap agar nasabah dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan dengan baik.

Saat ini, Mala menangani nasabah di tiga desa di wilayah Mujur, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Mereka umumnya membutuhkan dukungan modal untuk kebutuhan pertanian seperti pembelian pupuk, obat, hingga pengelolaan lahan.

Dalam perannya, Mala tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membantu menentukan skema pinjaman yang sesuai serta memastikan pengelolaan keuangan tetap sehat. Ia juga memberikan arahan lanjutan, termasuk mendorong nasabah untuk mulai berinvestasi setelah masa panen.

Peran yang dijalankannya bahkan melampaui fungsi pembiayaan. Mala kerap menjadi penghubung antara petani dengan pihak lain yang dapat mendukung proses produksi hingga pemasaran hasil panen.

Baca Juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun sampai Akhir Maret 2026, Dukung Akses Hunian Terjangkau hingga Pemerataan Ekonomi

Ia membantu mempertemukan petani dengan pelaku usaha seperti pemilik penggilingan maupun pembeli hasil panen. Selain itu, ia juga mendukung distribusi kebutuhan pertanian melalui jaringan Agen BRILink, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan lebih mudah.

Pengalaman lebih dari satu dekade sebagai Mantri membuat Mala merasakan kepuasan tersendiri. Baginya, kebahagiaan terbesar bukan hanya dari sisi pekerjaan, tetapi juga dari melihat perkembangan usaha para nasabah yang ia dampingi.

Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan nasabah, yang bahkan merasa kehilangan ketika dirinya berencana pindah tugas. Hal ini semakin menegaskan pentingnya peran Mantri sebagai ujung tombak dalam menggerakkan ekonomi mikro sekaligus memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

Melihat perubahan nasabah menjadi salah satu kebanggaan tersendiri baginya. Dari usaha kecil dengan omzet terbatas, perlahan berkembang menjadi usaha yang lebih besar dengan peningkatan aset yang signifikan.

Sementara itu, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai sosok seperti Mala menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam mendorong perekonomian masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para Mantri BRI di lapangan. Menurutnya, kisah tersebut menjadi bukti bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. BRI pun meyakini bahwa kesetaraan kesempatan menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Akhmad.

Editor : Eka Rahmawati
#mantri #bri #kisah inspiratif