RADAR BOGOR - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu titik terang dalam perekonomian global.
Hal ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid, kebijakan yang dinilai kredibel, serta daya tahan ekonomi yang tetap terjaga meskipun ketidakpastian global terus meningkat.
International Monetary Fund bersama para investor global memberikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, terutama melalui sinergi kuat antara kebijakan fiskal dan moneter.
Baca Juga: Anti Bosan! Play Kingdom Puncak Bogor Jadi Tempat Main Anak Favorit di Alam Terbuka
Disiplin dalam mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Serta langkah kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan, menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan eksternal.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Momentum pertumbuhan tetap terpelihara, didukung oleh kuatnya permintaan domestik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kristalina Georgieva dalam pertemuan bersama Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI, serta anggota DPR RI dalam rangkaian IMF Spring Meetings pada 14 April.
Berdasarkan informasi melalui Website @bi.go.id, dalam forum tersebut, Bank Indonesia juga melanjutkan komunikasi intensif dengan para investor global guna menegaskan bahwa perekonomian nasional tetap berada pada jalur yang positif dan terkelola dengan baik.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali sesuai target, serta pemulihan fungsi intermediasi perbankan menjadi indikator kuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.
Selain itu, Bank Indonesia menekankan bahwa pendekatan kebijakan yang diterapkan kini tidak lagi bersifat konvensional.
Kebijakan dilakukan melalui bauran yang terintegrasi dan fleksibel, mencakup kebijakan moneter yang difokuskan pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang mendorong pertumbuhan.
Serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus percepatan digitalisasi.
Baca Juga: Bukan Nasi Uduk Biasa, Nasi Hejo Ngonah di Bogor Tawarkan Sensasi Kuliner Berbeda
Dalam menghadapi tantangan global, Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dengan pendekatan yang fleksibel namun tetap terukur.
Upaya ini diperkuat dengan optimalisasi instrumen moneter guna menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas secara hati-hati agar tetap mendukung ekspansi ekonomi.
Sinergi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah terus diperkuat, khususnya dalam menjaga disiplin fiskal.
Baca Juga: Penanganan Karhutla Kalbar Disorot, KLH Proses 7 Korporasi hingga Tahap Persidangan
Komitmen mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen PDB serta realokasi belanja ke sektor-sektor produktif dinilai semakin meningkatkan kredibilitas kebijakan nasional.
Untuk jangka menengah, Indonesia juga menegaskan arah transformasi ekonominya menuju penciptaan nilai tambah yang lebih tinggi.
Hal ini dilakukan melalui program hilirisasi serta pengembangan sektor berbasis teknologi sebagai pendorong pertumbuhan baru.
Rangkaian pertemuan dalam IMF Spring Meetings tersebut semakin memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Tidak hanya dinilai memiliki ketahanan yang kuat, Indonesia juga dianggap semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin