RADAR BOGOR – Peran Agen BRILink milik BRI semakin nyata dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke tingkat masyarakat.
Tak hanya itu, program Agen BRILink ini juga membuka peluang usaha baru, termasuk bagi perempuan untuk berkembang dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Miya (42), seorang Agen BRILink yang beroperasi di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Panji Pragiwaksono Kembali Hadirkan Pertunjukkan Stand Up Comedy, Siap Gelar Crowyokan di Jakarta
Sejak memulai usahanya pada Agustus 2017, Miya berhasil mengembangkan layanan transaksi keuangan yang kini menjadi andalan warga sekitar.
Sebelum terjun sebagai Agen BRILink, Miya bersama suaminya sempat merantau dan bekerja di Batam.
Namun, kondisi berubah ketika perusahaan tempat mereka bekerja berhenti beroperasi.
Baca Juga: Hadirkan Horor Komedi Penuh Misteri di Bioskop, Film Bhooth Bangla Siap Tayang Mulai Hari Ini
Keduanya kemudian kembali ke Palembang dan memulai usaha warung sembako sebagai sumber penghasilan.
Kesempatan baru datang saat pihak BRI menawarkan kemitraan sebagai Agen BRILink.
Awalnya, Miya mengaku ragu karena belum memiliki pengalaman di bidang layanan perbankan.
Baca Juga: Ruko Mess Kkaryawan Cathering di Bogor Timur Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp50 Juta
“Awalnya saya sempat merasa khawatir karena belum pernah terlibat dalam layanan keuangan seperti ini,” ungkapnya.
Meski demikian, keinginan untuk mengembangkan usaha membuatnya berdiskusi dengan sang suami hingga akhirnya memutuskan menerima tawaran tersebut.
“Saya merasa usaha sembako saja belum cukup, akhirnya setelah berdiskusi dengan suami, saya memutuskan mencoba menjadi Agen BRILink,” tuturnya.
Kini, Miya mengelola dua titik layanan BRILink di wilayah Talang Putri dan Plaju. Berbagai layanan transaksi disediakan, mulai dari tarik tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan listrik dan PDAM, hingga top up dompet digital.
Baca Juga: Menyamar Jadi Tukang Cilok, Penjual Obat Terlarang di Kabupaten Bogor Gagal Kelabui Polisi
Dalam sebulan, total transaksi dari kedua titik usahanya bisa mencapai sekitar 3.000 transaksi, dengan rata-rata harian sekitar 100 transaksi.
Interaksi rutin dengan nasabah membuat Miya semakin memahami kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah dan nyaman, termasuk menyediakan makanan ringan dan minuman bagi pelanggan saat antrean ramai.
Baca Juga: BSI dan Muslimat NU Perkuat Literasi Haji dan Investasi Emas untuk 32 Juta Anggota
Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam membangun loyalitas pelanggan. Miya juga aktif menanggapi keluhan maupun kebutuhan nasabah secara langsung, sehingga hubungan yang terjalin semakin erat.
Perkembangan usahanya pun terlihat signifikan. Dari yang semula hanya memiliki warung kecil semi permanen dengan status sewa, kini Miya telah memiliki tempat usaha sendiri, rumah dua lantai, hingga berbagai aset produktif lainnya.
“Perubahannya sangat terasa. Dulu hidup kami serba terbatas, sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih baik. Kami bisa memiliki rumah permanen, membeli lahan, kendaraan, dan menambah investasi,” ujarnya.
Menurut Miya, kepercayaan dan kejujuran menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha.
Ia menjaga hal tersebut melalui komunikasi yang baik, pelayanan konsisten, serta komitmen terhadap kepuasan nasabah.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari BRI yang terus membina para Agen BRILink, mulai dari penyediaan materi promosi hingga kegiatan yang mempererat jaringan antar agen.
Dukungan keluarga, terutama dari suaminya, turut menjadi faktor penting dalam perjalanan bisnis Miya hingga berkembang seperti sekarang.
Baca Juga: Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas, Serikat Pekerja Jadi Mitra Strategis Perusahaan
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai kisah Miya menjadi contoh nyata bagaimana Agen BRILink mampu berperan sebagai penggerak ekonomi sekaligus memperluas inklusi keuangan di masyarakat.
“Jaringan Agen BRILink memungkinkan layanan keuangan hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran ini untuk mendukung inklusi keuangan yang berkelanjutan,” jelasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin