RADAR BOGOR - Emas sejak lama menjadi instrumen investasi favorit karena nilainya yang stabil dan tahan inflasi.
Namun, kini hadir berbagai cara baru untuk berinvestasi emas, mulai dari emas fisik, emas digital, hingga emas tertokenisasi.
Dengan memahami perbedaan biaya, kemudahan, dan pajaknya, kamu bisa memilih jenis investasi emas yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Tidak hanya emas fisik, kamu juga bisa berinvestasi melalui emas berbasis blockchain seperti PAXG.
Melalui platform seperti Pintu, kamu bisa membeli emas crypto dengan cara yang jauh lebih praktis.
Selain itu, kamu tidak perlu repot menyimpan emas fisik atau khawatir dengan biaya tambahan seperti ongkos cetak dan penyimpanan.
Selain itu, kemunculan berbagai aplikasi investasi emas membuat akses terhadap aset ini semakin mudah.
Investor tidak lagi harus datang ke toko emas secara langsung, melainkan cukup menggunakan smartphone untuk membeli dan menyimpan emas secara praktis.
Namun demikian, setiap jenis investasi emas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, terutama dari sisi biaya, keamanan, serta efisiensi.
Baca Juga: Bedah Buku Trilogi Pribumisme di Unpak Bogor, Mahasiswa Diajak Jadi Penguasa di Negeri Sendiri
Oleh sebab itu, memahami perbandingan antara emas fisik, emas digital, dan emas tertokenisasi menjadi langkah penting sebelum mulai berinvestasi.
Mengenal Jenis-Jenis Investasi Emas
Secara umum, terdapat tiga jenis utama investasi emas yang populer saat ini, yaitu emas fisik, emas digital, dan emas tertokenisasi.
1. Emas Fisik
Emas fisik merupakan bentuk investasi paling tradisional. Biasanya berupa emas batangan atau perhiasan yang bisa disimpan secara langsung oleh investor.
Keunggulan utama emas fisik adalah kepemilikan nyata, sehingga memberikan rasa aman bagi sebagian orang.
Namun, emas fisik memiliki beberapa kekurangan. Pertama, terdapat biaya tambahan seperti biaya cetak, penyimpanan, dan asuransi.
Kedua, proses jual beli cenderung kurang praktis karena harus dilakukan secara langsung. Selain itu, risiko kehilangan juga menjadi perhatian.
2. Emas Digital
Emas digital adalah representasi emas yang disimpan secara online melalui platform tertentu.
Investor tidak memegang emas secara fisik, tetapi tetap memiliki nilai yang setara dengan emas asli.
Keunggulan emas digital terletak pada kemudahan akses dan fleksibilitas. Kamu bisa membeli dan menjual kapan saja tanpa harus repot menyimpan emas secara fisik.
Namun, tetap ada biaya spread serta ketergantungan pada platform penyedia layanan.
3. Emas Tertokenisasi (Crypto Gold)
Emas tertokenisasi adalah inovasi terbaru dalam investasi emas. Instrumen ini menggunakan teknologi blockchain untuk merepresentasikan kepemilikan emas dalam bentuk token.
Baca Juga: Promo Internet Telkomsel untuk WFH di Jabotabek dan Jabar: Kuota Besar, Harga Hemat, Koneksi Stabil
Untuk membeli emas crypto maka kamu bisa menggunakan aplikasi Pintu. Salah satu contoh populer adalah PAXG, di mana setiap token didukung oleh emas fisik yang disimpan secara aman.
Dengan demikian, investor tetap mendapatkan nilai emas tanpa harus menyimpannya secara langsung.
Keunggulan Emas Tertokenisasi Dibanding Emas Fisik
Emas crypto menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya semakin diminati oleh investor modern.
1. Memberikan kemudahan
Dengan memilih emas crypto mak kamu tidak perlu repot membeli emas fisik di toko atau menyimpannya di rumah.
Melalui Pintu, seluruh proses pembelian hingga penyimpanan dilakukan secara digital dalam satu aplikasi. Hal ini tentu menghemat waktu dan tenaga.
2. Biaya
Dari sisi biaya, emas tertokenisasi cenderung lebih efisien karena tidak ada biaya cetak maupun biaya penyimpanan fisik.
Selain itu, selisih harga beli dan jual (spread) biasanya lebih kompetitif dibanding emas fisik.
3. Fleksibilitas menjadi nilai tambah utama.
Emas crypto dapat diperdagangkan kapan saja tanpa batasan jam operasional. Dengan demikian, investor memiliki kontrol lebih besar terhadap asetnya.
4. keamanan juga menjadi keunggulan.
Meskipun berbasis digital, emas tertokenisasi didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh kustodian terpercaya. Oleh karena itu, risiko kehilangan fisik dapat diminimalkan.
Perbandingan Biaya: Mana yang Lebih Efisien?
Jika dibandingkan secara keseluruhan, emas crypto menawarkan efisiensi biaya yang lebih baik dibanding emas fisik.
Pada emas fisik, investor harus menanggung berbagai biaya tambahan seperti ongkos cetak, biaya penyimpanan, serta spread yang cukup besar saat jual beli.
Sementara itu, emas crypto memang lebih praktis, tetapi tetap memiliki biaya tertentu tergantung platform yang digunakan.
Di sisi lain, emas crypto mengurangi banyak biaya tersebut karena sistemnya berbasis teknologi blockchain dan tidak memerlukan distribusi fisik.
Baca Juga: Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 per 17 April 2026, KPM Dihimbau Tetap Pantau Secara Berkala
Dengan demikian, dalam jangka panjang, emas tertokenisasi cenderung memberikan hasil yang lebih optimal karena biaya yang lebih rendah dan proses yang lebih efisien.
Kemudahan Akses melalui Aplikasi Modern
Kemajuan teknologi membuat investasi emas semakin mudah diakses oleh siapa saja.
Melalui Pintu, investor dapat membeli emas tertokenisasi langsung dari smartphone tanpa proses yang rumit.
Baca Juga: Update Promo Ancol April 2026, dari Tiket Rombongan Mobil hingga Paket Murah Study Tour
Selain itu, kamu bisa memulai investasi dengan nominal kecil, sehingga tidak perlu menunggu memiliki dana besar.
Semua transaksi, mulai dari pembelian hingga pemantauan portofolio, dapat dilakukan dalam satu aplikasi secara praktis.
Dengan kemudahan ini, investasi emas menjadi lebih inklusif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, termasuk pemula.
Perbandingan Pajak dalam Investasi Modern
Selain biaya, pajak juga menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan investasi.
Dalam konteks aset digital seperti tokenized asset, struktur pajaknya cenderung lebih sederhana dibanding instrumen konvensional.
Sebagai gambaran, pada saham konvensional luar negeri, pajak dikenakan menggunakan sistem progresif yang bisa mencapai hingga 35% dan harus dihitung secara mandiri oleh investor.
Baca Juga: Sekda Tegaskan ASN Pemkab Bogor Harus Proaktif dan Berbasis Kinerja, Tak Ada Lagi Faktor Kedekatan
Sebaliknya, pada tokenized stock, pajak hanya sebesar 0,21% dari nilai jual dan langsung dipotong otomatis oleh platform.
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga memberikan efisiensi dari sisi perpajakan.
Meskipun emas tertokenisasi memiliki mekanisme tersendiri, tren ini menunjukkan bahwa aset berbasis blockchain cenderung menawarkan sistem yang lebih sederhana dan transparan bagi investor.
Baca Juga: Kekacauan Permainan Merambah ke Dunia Nyata, Jumanji : Open World Siap Tayang di Bioskop
Mengapa Emas Crypto Semakin Populer?
Emas crypto menjadi semakin populer karena mampu menggabungkan keunggulan emas tradisional dengan teknologi modern.
Investor tetap mendapatkan nilai stabil dari emas, namun tanpa harus menghadapi kendala penyimpanan dan biaya tambahan.
Selain itu, integrasi dengan aplikasi digital membuat seluruh proses investasi menjadi lebih cepat dan praktis.
Investor dapat dengan mudah membeli, menjual, dan memantau aset mereka kapan saja.
Dengan demikian, emas tertokenisasi menjadi solusi yang relevan bagi investor masa kini yang menginginkan efisiensi dan fleksibilitas dalam berinvestasi.
Kesimpulannya, emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik di tengah berbagai pilihan aset modern.
Namun, cara berinvestasi emas kini telah berkembang dari metode tradisional ke digital dan tokenisasi.
Emas crypto menawarkan keunggulan dalam hal kemudahan, biaya yang lebih rendah, serta fleksibilitas tinggi dibanding emas fisik.
Melalui Pintu, investor dapat menikmati pengalaman investasi emas yang lebih praktis tanpa ribet.
Oleh karena itu, memahami perbedaan antara emas fisik, digital, dan tertokenisasi akan membantu kamu menentukan pilihan investasi yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhan finansialmu. (***)
Editor : Yosep Awaludin