RADAR BOGOR - Kementerian UMKM bersama LKPP, HIPPINDO, dan SMESCO Indonesia akan menggelar Inabuyer B2B2G Expo 2026 pada 5–7 Mei 2026 di Jakarta untuk memperkuat peran UMKM dalam rantai pasok nasional.
Berdasarkan informasi melalui Website Kementerian UMKM, Pemerintah menargetkan kegiatan Inabuyer ini sebagai upaya membuka akses lebih luas bagi UMKM ke pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta dengan sektor swasta.
Selain itu, kegiatan Inabuyer ini juga difokuskan untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai program strategis, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku industri.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan pemerataan pertumbuhan.
Dari sisi pengadaan, pemerintah melihat belanja negara sebagai instrumen utama dalam membuka peluang pasar bagi UMKM.
Melalui Inabuyer, kebutuhan pengadaan diharapkan dapat terhubung langsung dengan kapasitas produksi pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga: Baru Buka di Bogor, Chogo Point Tawarkan Nongkrong dengan Vibes Ala Ghibli
Sektor ritel dan konsumsi juga dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi.
Karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan permintaan yang terintegrasi antara pemerintah, swasta, dan produsen lokal sehingga mendorong perputaran ekonomi domestik.
Memasuki tahun keempat, penyelenggaraan Inabuyer 2026 difokuskan pada keterlibatan UMKM dalam program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, perumahan rakyat, dan sektor pendidikan.
Baca Juga: Sayang Sekali, Pemkot dan Pemkab Ini Dipastikan Tidak Buka Lowongan CASN 2026, Ini Penyebabnya
Pendekatan ini membuka peluang nyata bagi UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Berbagai agenda akan digelar, mulai dari business matching, pameran produk, hingga kerja sama bisnis, guna mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi UMKM.
Kegiatan ini juga memperluas peluang UMKM untuk terlibat dalam proyek infrastruktur dan ekosistem ritel modern.
Selain itu, program khusus turut dihadirkan untuk mendukung pemulihan usaha melalui partisipasi UMKM terdampak bencana, agar dapat kembali mengakses pasar dan membangun kemitraan baru. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin