RADAR BOGOR – Kiprah perempuan dalam mendorong perekonomian keluarga dan masyarakat kian nyata. Salah satunya ditunjukkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Tamanan di Sleman, Yogyakarta.
KWT Sumber Boga Tamanan yang berada di Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman itu, berhasil mengembangkan budidaya lidah buaya menjadi usaha produktif bernilai ekonomi.
Berawal dari budidaya tanaman lidah buaya (aloe vera), KWT Sumber Bota Tamanan Sleman berhasil mengolahnya menjadi berbagai produk inovatif.
Ketua KWT Sumber Boga Tamanan, Nurul Komariyah, menjelaskan bahwa kelompok ini berdiri sejak 2018 dengan tujuan utama meningkatkan produktivitas perempuan di wilayahnya.
“Awalnya kami ingin para ibu rumah tangga dan petani di dusun ini bisa lebih aktif dan ikut membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan lidah buaya sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat untuk diolah menjadi produk bernilai jual.
Baca Juga: Rumah Warga di 3 Desa di Pamijahan Bogor Longsor, Pemerintah Fokus Evakuasi dan Pendataan Kerugian
“Di awal, kami hanya menanam di lahan sekitar 200 sampai 300 meter. Kami juga sering mengikuti pelatihan untuk belajar mengembangkan produk. Prosesnya tidak mudah, banyak percobaan yang gagal, tapi dari situ kami terus belajar sampai akhirnya bisa menghasilkan produk sendiri,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha mereka terus berkembang. Setahun setelah berdiri, kebutuhan lahan meningkat seiring bertambahnya jumlah tanaman.
KWT Sumber Boga Tamanan kemudian mendapatkan akses lahan seluas 1.000 meter persegi dari sebuah rumah sakit peninggalan Belanda di wilayah tersebut.
Baca Juga: Siap-Siap! UTBK SNBT 2026 Dimulai 21 April, Berikut Materi, Kisi-Kisi, dan Tips Lolos PTN
Kini, sekitar 900 hingga 1.000 tanaman lidah buaya dibudidayakan oleh para anggota.
Hasil panen tersebut diolah menjadi berbagai produk, mulai dari minuman, keripik lidah buaya yang menjadi unggulan, permen, hingga sabun.
Perkembangan usaha semakin pesat setelah KWT Sumber Boga Tamanan terlibat dalam program Klasterku Hidupku dari BRI.
Baca Juga: Nekat Terobos Banjir, Mobil Terseret Arus Kali Pesanggrahan di Cinere Kota Depok, Begini Kondisinya
Keterlibatan ini berawal dari partisipasi Desa Tamanmartani dalam program Desa BRILiaN pada 2024.
Melalui program tersebut, kelompok ini mendapatkan berbagai dukungan, mulai dari akses pembiayaan hingga pelatihan peningkatan kapasitas usaha.
Nurul mengungkapkan, bantuan dari BRI tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga fasilitas penunjang usaha melalui program CSR BRI Peduli.
“Bantuan ini sangat membantu kami meningkatkan produktivitas. Salah satunya digunakan untuk sistem irigasi berbasis internet yang bisa dikontrol lewat ponsel, jadi kami tetap bisa memantau meski tidak berada di lokasi,” ungkapnya.
Secara terpisah, Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K., menyampaikan bahwa kisah KWT Sumber Boga Tamanan menjadi contoh nyata bagaimana perempuan mampu menjadi penggerak ekonomi jika didukung dengan akses dan pendampingan yang tepat.
Pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Satu Pekan Kota Bogor Dikepung Banjir, Dedie Rachim Minta Warga Bijak Buang Sampah
"BRI berkomitmen untuk terus membuka akses pembiayaan dan pendampingan agar perempuan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Kisah KWT Sumber Boga Tamanan Sleman menjadi bukti bahwa kolaborasi, kreativitas, dan dukungan yang tepat mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. (***)