RADAR BOGOR - Perkembangan teknologi telah mengubah wajah industri pasar modal secara global.
Di tengah pergeseran menuju sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dan data real time, sebagian pelaku pasar di Indonesia masih menggunakan pendekatan konvensional yang cenderung lebih lambat dalam merespons pergerakan pasar.
Padahal, di negara maju seperti Amerika Serikat, pemanfaatan algoritma, data real-time, serta analisis order flow sudah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi.
Baca Juga: Lulusan D3 hingga S1 Merapat, Inilah Daftar Formasi Resmi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan 2026
Kesenjangan ini membuat banyak investor berisiko mengambil keputusan yang kurang relevan dengan kondisi pasar yang bergerak sangat cepat.
Menjawab tantangan tersebut, Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT menghadirkan pendekatan baru berbasis AI real-time dan indikator live yang dirancang untuk investor retail.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi industri.
Baca Juga: Segera Tayang di Bioskop, In The Grey Sajikan Aksi Penuh Strategi Khas Guy Ritchie
Ia menilai, teknologi yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh investor institusi kini mulai terbuka bagi investor individu.
Menurutnya, kehadiran fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, serta Hit Action (HAKA dan HAKI) memungkinkan investor memantau dinamika pasar dalam hitungan detik.
Data yang sebelumnya kompleks kini dapat diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami, sehingga membantu investor membaca arah pasar dengan lebih jelas.
Selain itu, fitur seperti Live Order Book dan Order Queue memberikan transparansi lebih terhadap pergerakan permintaan dan penawaran.
Hal ini memungkinkan investor mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual pasar, bukan sekadar asumsi atau rumor.
Pendekatan ini dinilai mengubah pola pengambilan keputusan investor.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4,8 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Ketersediaan Aman hingga 11 Bulan
Jika sebelumnya keputusan sering didasarkan pada informasi tertunda, kini investor dapat merespons momentum secara lebih cepat dan terukur.
Dari sisi teknologi, Sergio menyebutkan, IPOT dibangun dengan arsitektur real-time berlatensi rendah serta kemampuan pemrosesan data yang tinggi.
Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun dan investasi teknologi dalam skala besar, platform ini dirancang untuk mampu mengikuti kompleksitas pasar modern.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Penebalan Bansos dan Perluasan Penerima Manfaat agar Penyaluran Tepat Waktu
Tidak hanya fokus pada performa, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama.
Sistem perlindungan berbasis server dengan teknologi anti-phishing berlapis dikembangkan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, mencegah akses ilegal, hingga melindungi dari ancaman malware.
IPOT juga menghadirkan IPOT Views, sebuah layanan riset berbasis data yang membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif.
Baca Juga: Siap-siap Gaji ke-13 ASN Dijadwalkan Cair Mulai Juni 2026, Cek Rincian dan Penerimanya
Dengan demikian, ketergantungan terhadap spekulasi dapat dikurangi dan strategi investasi menjadi lebih rasional.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, akses terhadap teknologi seperti AI real-time menjadi faktor pembeda penting.
Investor yang didukung data akurat dan sistem canggih dinilai memiliki peluang lebih besar dalam meningkatkan performa trading.
Baca Juga: Efek Geopolitik Merembet! Plastik Mahal, Biaya Beras Naik Rp350 per Kg dan Gula Rp150 per Kg
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses, IPOT membuka penggunaan platform ini secara gratis, termasuk bagi investor dari sekuritas lain.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara trading di Indonesia, dari metode manual menuju sistem berbasis data dan AI.
Transformasi ini menandai babak baru dalam industri pasar modal nasional. Dalam kondisi pasar yang bergerak dalam hitungan detik, kecepatan dan akurasi menjadi kunci utama.
Baca Juga: Tunggu dan Sabar, Jawaban untuk 139 Guru PPPK yang Belum Digaji 4 Bulan
Tanpa dukungan data real-time dan teknologi AI, investor berisiko tertinggal dalam mengambil keputusan.
Sergio menekankan bahwa dengan hadirnya teknologi ini, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi pasar yang sebenarnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim