Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meta Pantau Ketikan dan Mouse Karyawan, Kebijakan Wajib Ini Picu Pro Kontra Internal

Siti Dewi Yanti • Kamis, 23 April 2026 | 04:37 WIB
Meta wajibkan pelacakan aktivitas karyawan untuk pengembangan AI.
Meta wajibkan pelacakan aktivitas karyawan untuk pengembangan AI.

RADAR BOGOR - Raksasa teknologi Meta Platforms kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan perangkat lunak yang mampu merekam aktivitas kerja karyawan di komputer.

Program ini mencakup pelacakan ketikan hingga pergerakan mouse, yang digunakan untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan tersebut, dikabarkan diumumkan secara internal perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan AI dalam memahami cara manusia bekerja di depan komputer.

Baca Juga: Walau Lajur Lebih Lancar, Parkir Kanan Jalan Suryakencana Kota Bogor Masih Sisakan Kendala di Lapangan

Dalam penjelasan internalnya, Meta menilai bahwa model AI membutuhkan contoh nyata dari aktivitas harian pengguna agar dapat belajar secara lebih akurat.

Perusahaan menjelaskan, data yang dikumpulkan meliputi interaksi dasar, seperti penggunaan pintasan keyboard hingga navigasi menu.

Dengan pendekatan ini, setiap karyawan secara tidak langsung berkontribusi dalam melatih sistem AI hanya melalui pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: JungleLand Sentul Bogor Jadi Motor Penggerak Ekonomi Pariwisata, Serap Tenaga Kerja dan Dongkrak UMKM Lokal

Namun, kebijakan tersebut tidak langsung diterima mulus.

Sejumlah karyawan menunjukkan penolakan, yang terlihat dari reaksi di forum komunikasi internal perusahaan. Kekhawatiran terkait privasi dan batasan pemantauan menjadi isu utama.

Menanggapi hal itu, Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, menegaskan bahwa penggunaan program tersebut bersifat wajib.

Baca Juga: Pedagang di Jalan Suryakencana Bogor Usul Parkir Zonasi demi Hindari Hilangnya Pelanggan

Ia menyampaikan, tidak tersedia opsi bagi karyawan untuk menonaktifkan sistem tersebut pada perangkat kerja yang disediakan perusahaan.

Di tengah kritik tersebut, Meta berupaya meredakan kekhawatiran dengan memastikan adanya perlindungan data.

Juru bicara perusahaan menyebutkan, sistem telah dilengkapi pengamanan untuk melindungi informasi sensitif dan tidak digunakan di luar kepentingan pengembangan AI.

Baca Juga: Sejuk Nan Menenangkan, Gok Salada Village Megamendung Bogor Jadi Pelarian Ideal dari Hiruk Pikuk Kota untuk Healing Bareng Keluarga

Selain itu, perusahaan menegaskan bahwa pemantauan hanya berlaku pada aplikasi kerja seperti Gmail, GChat, Metamate, dan VSCode, serta tidak mencakup perangkat pribadi seperti ponsel.

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal sepenuhnya baru.

Sebelumnya, Meta telah memberitahukan bahwa aktivitas di perangkat kerja dapat dipantau.

Baca Juga: Kota Bogor Siapkan Dua Fasilitas PSEL, Kelola Sampah hingga 2.500 Ton per Hari

Namun, kali ini tingkat pemantauan dinilai lebih intensif karena diarahkan secara khusus untuk mendukung pengembangan teknologi AI.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi semakin mengandalkan data perilaku pengguna untuk mempercepat inovasi.

Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 5 Tahun di Bojonggede Bogor Diduga Hanyut

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga membuka perdebatan baru mengenai batas antara produktivitas, privasi, dan etika di lingkungan kerja digital.  (din/dns)

Editor : Siti Dewi Yanti
#karyawan #ai #meta