Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BRInita BRI: Wujud Kartini Masa Kini di Urban Farming

Rani Puspitasari Sinaga • Kamis, 23 April 2026 | 10:07 WIB
Hasil urban farming dalam program BRInita milik BRI. Foto: BRI for Radar Bogor
Hasil urban farming dalam program BRInita milik BRI. Foto: BRI for Radar Bogor

RADAR BOGOR – BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli, berupaya memperkuat peran perempuan dengan menghadirkan berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan untuk peningkatan kesejahteraan. Salah satunya adalah Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Program BRI ini berfokus pada pengembangan urban farming dengan dukungan fasilitas seperti rumah tanaman (greenhouse). BRInita mengusung beberapa metode pertanian perkotaan, yaitu vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Metode vertikultur dalam urban farming pada program BRInita milik BRI dilakukan dengan menanam secara bertingkat menggunakan media seperti paralon atau botol pada lahan terbatas.

Baca Juga: Rincian Nominal Bansos PKH Tahap 2, Penambahan 25 Ribu KPM Baru dan Peluncuran Bantuan Pendidikan TK atau PAUD

Sementara hidroponik memanfaatkan air sebagai media tanam tanpa tanah dengan memperhatikan unsur hara. Adapun wall gardening menggunakan dinding sebagai media bercocok tanam yang efisien di area perkotaan.

Ketiga metode tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi, seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman obat keluarga.

Selain memberikan fasilitas, BRI Peduli juga melakukan pendampingan melalui pelatihan pengelolaan urban farming dengan melibatkan tenaga ahli serta instansi terkait. Program ini juga disertai monitoring dan pengembangan hasil agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi peserta.

Baca Juga: Relokasi Dikebut, 140 Huntap Diprioritaskan Pemkab Bogor untuk Korban Pergerakan Tanah di Bojongkoneng dan Citeureup

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRInita merupakan program pengelolaan kebun perkotaan yang bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga dan komunitas melalui pemanfaatan lahan terbatas secara produktif.

Lebih dari sekadar program pertanian, BRInita juga menjadi bentuk kepedulian BRI dalam mendorong perempuan agar lebih produktif, inovatif, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kelaparan dan kota berkelanjutan, serta mendukung Asta Cita pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: PNM Tancap Gas, Ditopang Ekosistem Ultra Mikro BRI Group, Total Aset Meningkat Tajam

Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah menjangkau 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai daerah Indonesia dan melibatkan 1.351 peserta.

Program ini juga berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat, dengan capaian peningkatan sebesar 47 persen.

Dari sisi lingkungan, program ini menghasilkan berbagai output seperti ribuan tanaman sayuran, ribuan liter pupuk organik cair, eco enzyme, produk pupuk olahan, budidaya maggot BSF, serta pengurangan emisi karbon dari aktivitas urban farming hidroponik.

Baca Juga: Bogor Raya FC Siapkan Fasilitas Training Ground Demi Menuju Klub Profesional

"BRInita menjadi wadah positif bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperluas peluang ekonomi melalui pelatihan dan program pemberdayaan yang berkelanjutan," kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa program ini mencerminkan semangat perjuangan R.A. Kartini dalam konteks modern, di mana perempuan diberdayakan melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif.

Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#BRInita #urban farming #bri