Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah mengandalkan berbagai strategi, salah satunya melalui percepatan realisasi belanja negara guna menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Dari sisi eksternal, ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin dari kinerja neraca perdagangan yang mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Sementara itu, dari dalam negeri, kekuatan ekonomi ditopang oleh konsumsi masyarakat yang stabil, inflasi yang tetap terkendali, serta kebijakan fiskal yang dijalankan secara disiplin.
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif rendah serta konsistensi kebijakan hilirisasi turut memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan tetap terjaga dan mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. (***)