RADAR BOGOR – Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global.
Dikutip dari Instagram @bank_indonesia, langkah utama yang ditempuh Bank Indonesia adalah dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen sebagai bagian dari strategi stabilisasi ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Dirintis Pelajar, Wesben Slowbar Jadi Spot Ngopi Unik di Bogor yang Hanya Buka Akhir Pekan
Di tengah tekanan geopolitik global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan terjaga.
Selain menjaga suku bunga acuan, Bank Indonesia juga meningkatkan efektivitas kebijakan moneter melalui berbagai instrumen.
Salah satunya adalah intervensi di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Di pasar domestik, intervensi dilakukan melalui pasar spot, Domestic NDF (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia juga menjaga pertumbuhan uang primer di atas 10 persen untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar.
Baca Juga: Kasih Makan Hewan hingga Naik ATV, Ini Serunya Liburan di Erif Farm Bogor
Selain itu, penguatan struktur suku bunga instrumen pro-market turut dilakukan untuk mendukung efektivitas kebijakan.
Melalui bauran kebijakan tersebut, Bank Indonesia optimistis stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sekaligus mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. (Mirta/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin