Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

APBN 2026 Dipastikan Aman, Menkeu Tegaskan Kas Negara Masih Kuat dan Jauh dari Isu Rp120 Triliun

Yosep Awaludin • Sabtu, 25 April 2026 | 10:20 WIB
Menkeu Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat 24 April 2026. Ia menegaskan bahwa APBN saat ini tetap kuat.
Menkeu Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat 24 April 2026. Ia menegaskan bahwa APBN saat ini tetap kuat.

RADAR BOGOR — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tetap solid dan memiliki kapasitas kuat untuk mendukung program pemerintah sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan soal APBN ini disampaikan untuk merespons kabar yang beredar di media sosial terkait isu kas negara yang disebut-sebut hanya tersisa Rp120 triliun. Menurut Purbaya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Informasi yang menyebut kas negara tinggal Rp120 triliun lalu habis itu tidak benar,” ujar Menkeu Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat 24 April 2026.

Baca Juga: Rupiah Menguat 0,52 Persen ke Rp17.205 per USD, Pemerintah Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Ia memastikan, posisi keuangan negara saat ini masih sangat memadai untuk membiayai berbagai program prioritas, termasuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Tidak perlu khawatir terhadap kondisi APBN. Keuangan negara masih terjaga dan dananya tersedia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menerangkan bahwa angka Rp120 triliun yang ramai dibicarakan merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan pemerintah di Bank Indonesia.

Baca Juga: LeBron James Bangkit di Usia 41 Tahun, Lakers Kuasai Seri Playoff Meski Dihantam Cedera

Secara keseluruhan, pemerintah masih memiliki SAL sekitar Rp420 triliun yang belum digunakan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito yang bisa dicairkan sewaktu-waktu.

“Dana yang ditempatkan di perbankan itu bertujuan untuk menambah likuiditas agar penyaluran kredit tetap berjalan. Ini juga menjadi bagian dari kebijakan yang mendukung stabilitas moneter,” terangnya.

Baca Juga: Dirintis Pelajar, Wesben Slowbar Jadi Spot Ngopi Unik di Bogor yang Hanya Buka Akhir Pekan

Ia menambahkan, penempatan dana tersebut juga memberikan manfaat tambahan berupa bunga yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan program pemerintah.

Menurut Purbaya, pengelolaan APBN yang disiplin dan terjaga juga mendapat apresiasi dari investor global saat kunjungannya ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Kondisi APBN kita dinilai baik. Para investor bahkan tidak lagi mempertanyakan isu defisit karena semuanya sudah transparan dan jelas. IMF dan Bank Dunia juga melihat hal yang sama,” tandasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#menteri keuangan #kas negara #apbn