Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perjuangan Mantri Perempuan BRI di Kei Besar: Menembus Medan Ekstrem Demi Akses Keuangan Warga 3T

Yosep Awaludin • Minggu, 26 April 2026 | 08:50 WIB
Hany Dwiningsih Ubro, Mantri BRI yang bertugas di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara.
Hany Dwiningsih Ubro, Mantri BRI yang bertugas di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara.

RADAR BOGOR - Di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), peran layanan keuangan menjadi krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Sosok Hany Dwiningsih Ubro, Mantri BRI yang bertugas di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara, menjadi bukti nyata bagaimana dedikasi dan ketangguhan perempuan mampu menjembatani kebutuhan tersebut.

Tidak semua wilayah di Indonesia memiliki kemudahan akses terhadap layanan perbankan seperti di kota-kota besar.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bank BSI Tercepat Cairkan Bansos PKH BPNT, Data Bayar Sudah Keluar di SIKS-NG

Di daerah 3T, hambatan seperti medan sulit, transportasi terbatas, hingga jarak antarwilayah yang berjauhan menjadi tantangan utama bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, hadir figur-figur yang berperan penting sebagai penghubung antara lembaga keuangan dan masyarakat.

Salah satunya adalah Hany Dwiningsih Ubro, tenaga pemasar mikro BRI atau Mantri BRI yang kini bertugas di Unit Elat, Kepulauan Kei Besar.

Baca Juga: Nongkrong 24 Jam di Puncak, Kuwa Koffie and Space Punya Live Music dan Pagelaran Seni

Hany mencerminkan semangat Kartini masa kini gigih, tangguh, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya membuka akses ekonomi bagi masyarakat kepulauan.

Perjalanan kariernya di BRI dimulai pada tahun 2020 saat ia diterima sebagai customer service dan ditempatkan di BRI Unit Masrum.

Namun, ia tidak berhenti di posisi tersebut. Keinginannya untuk berkembang mendorongnya mengikuti seleksi internal sebagai tenaga pemasar.

Baca Juga: Healing Tipis di Bogor, Justmine Luxury Hadirkan Spa ala Jepang yang Menenangkan

Proses itu tidak mudah. Ia harus menghadapi kegagalan berulang kali. Setelah enam kali mencoba, akhirnya pada 2025 ia berhasil lolos dan dipercaya mengemban peran sebagai Mantri BRI.

Penugasan di Unit Elat menghadirkan tantangan tersendiri. Wilayah ini mencakup 115 desa di lima kecamatan dengan kondisi infrastruktur yang masih terbatas.

Hany menjelaskan bahwa banyak akses jalan di wilayah tersebut belum memadai. Sebagian besar masih berupa jalan tanah, berbatu, bahkan sulit dilalui kendaraan.

Perjalanan ke desa-desa sering kali memakan waktu lama dengan kondisi medan yang berat.

Baca Juga: Lolos Administrasi Koperasi Desa Merah Putih 2026? Segera Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian 3 Mei Dimulai

Ia harus melewati jalan berlumpur, tanjakan terjal, hingga jalur berbatu. Faktor cuaca pun kerap memperumit perjalanan.

Ia pernah mengalami perjalanan yang terhambat akibat hujan deras hingga jalan menjadi licin dan berlumpur.

Dalam kondisi tersebut, ia bahkan harus dibantu warga untuk mendorong kendaraannya agar bisa melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Saroempoen Bogor, Restoran Nusantara untuk Makan Santai hingga Acara Spesial

Selain jalur darat, Hany juga harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu kecil untuk menjangkau beberapa wilayah.

Ia mengaku sempat merasa khawatir saat menghadapi ombak besar di tengah perjalanan, namun tetap melanjutkan tugas dengan penuh keyakinan hingga tiba dengan selamat.

Sebagai Mantri BRI, Hany tidak hanya menawarkan produk perbankan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Patut Diperhatikan! KPM PKH-BPNT yang Sudah Mampu Berpotensi Dicoret, Warga Desil 5-10 Bisa Jadi KPM Baru Jika Kondisi Ekonominya Menurun Signifikan

Ia memperkenalkan berbagai layanan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kupedes, tabungan Simpedes, deposito, asuransi, hingga penggunaan QRIS bagi pelaku usaha.

Mayoritas nasabah di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Produk pinjaman seperti KUR dan Kupedes menjadi yang paling diminati untuk mengembangkan usaha, sementara edukasi menabung juga terus digencarkan.

Hany mengungkapkan kebanggaannya terhadap profesi yang dijalaninya. "Bagi saya, menjadi Mantri bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Jangan Ketergantungan! Saatnya Mandiri Ekonomi, Bansos PKH dan BPNT Mampu Jadi Jembatan KPM Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan

Ia merasa bahagia ketika melihat nasabahnya mampu mengembangkan usaha hingga membiayai pendidikan anak-anak mereka melalui akses pembiayaan dari BRI.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menilai peran mantri di lapangan, khususnya perempuan, merupakan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, para mantri tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga berperan sebagai pendamping dan penasihat keuangan yang membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Selain PKH dan BPNT, Ini Daftar Bansos yang Berpotensi Cair Lewat Kantor Pos, KPM Wajib Tahu Mekanismenya

Saat ini, jumlah Mantri BRI mencapai sekitar 26 ribu orang, dengan sekitar 28,2 persen di antaranya merupakan perempuan.

"Kkisah Hany menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat pentingnya kesetaraan kesempatan dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#maluku tenggara #Mantri BRI #layanan keuangan