Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Double Digit pada Segmen Commercial BRI

Eka Rahmawati • Senin, 27 April 2026 | 14:52 WIB
Segmen Commercial BRI mengalami pertumbuhan double digit ditopang transformasi BRIvolution Reignite. (Dok. BRI)
Segmen Commercial BRI mengalami pertumbuhan double digit ditopang transformasi BRIvolution Reignite. (Dok. BRI)

RADAR BOGOR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan yang semakin akseleratif seiring dengan pelaksanaan transformasi bisnis perusahaan.

Kinerja tersebut didorong oleh segmen commercial yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru melalui penguatan rantai nilai serta optimalisasi jaringan bisnis, sehingga mampu meningkatkan penetrasi pasar dan mempertegas peran BRI sebagai penggerak ekosistem bisnis end-to-end.

Transformasi tersebut dijalankan melalui inisiatif strategis BRIvolution Reignite, yang dirancang untuk merespons dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Qurban Lebih Praktis Pakai BRImo, Cukup dalam Genggaman Kebaikan Menjadi Nyata

Dalam implementasinya, penyaluran kredit segmen commercial BRI menunjukkan lonjakan signifikan dengan total mencapai Rp61,4 triliun pada 2025, meningkat Rp22,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara historis, kinerja segmen ini terus mengalami peningkatan, dari Rp20,8 triliun pada 2021 menjadi Rp38,7 triliun pada 2024, hingga akhirnya melonjak pada 2025.

Secara keseluruhan, nilai kredit hampir meningkat tiga kali lipat dibandingkan posisi tahun 2021, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 58,4 persen (YoY), jauh melampaui tren lima tahun terakhir.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Mantri BRI di Sultra, Kartini Masa Kini Tembus Pegunungan Demi Dorong Ekonomi Warga

Dari sisi komposisi, portofolio pembiayaan menunjukkan diversifikasi yang kuat dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Kontribusi terbesar berasal dari sektor berbasis pembiayaan APBN sebesar 20 persen, disusul sektor energi (12 persen) konstruksi (11 persen), perdagangan (10 persen), pangan (10 persen), serta industri pengolahan (8 persen).

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, pangsa pasar segmen commercial BRI juga terus meningkat, dari 2,1 persen pada 2021 menjadi 5,2 persen pada 2025. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi yang semakin terarah, terutama melalui pendekatan berbasis ekosistem yang memungkinkan perluasan pasar sekaligus peningkatan kualitas basis nasabah.

Baca Juga: Jaringan BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu, Sinergi Holding Ultra Mikro Memperkuat Inklusi Keuangan sampai ke Pelosok Negeri

Kualitas kredit pun menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan hingga 7,6 persen pada 2025, sejalan dengan penguatan fundamental bisnis, termasuk peningkatan CASA dan Dana Pihak Ketiga (DPK), sehingga pertumbuhan kredit tetap terjaga secara sehat dan berkelanjutan.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama transformasi berada pada pilar Revamp Existing Core, yang bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis commercial melalui penguatan value chain nasabah serta peningkatan aktivitas transaksi.

Ia menegaskan bahwa sebagai bank dengan fokus pada UMKM, BRI terus memberikan dukungan kepada segmen usaha menengah. Menurutnya, segmen middle market memiliki peran strategis dalam rantai pasok ekonomi nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam satu ekosistem bisnis.

“Sebagai bank dengan DNA UMKM, BRI terus mendukung usaha menengah, segmen middle market memiliki peran penting dalam rantai pasok perekonomian nasional, sekaligus menjadi penghubung antara UMKM dan korporasi besar dalam suatu ekosistem,” ujar Dippo.

Baca Juga: BRI Berdayakan 43.789 Klaster Usaha, Perluas Dampak Pemberdayaan Berbasis Komunitas di Seluruh Indonesia

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan solusi pembiayaan yang menyeluruh, mulai dari kredit modal kerja untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek hingga kredit investasi guna mendukung ekspansi jangka panjang. Langkah ini bertujuan menjaga kelangsungan operasional perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha.

Selain itu, BRI juga menghadirkan berbagai layanan pengelolaan kas yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah commercial untuk meningkatkan efisiensi operasional. Salah satunya melalui platform digital QLola by BRI yang menyediakan fitur terintegrasi untuk mempermudah pengelolaan keuangan perusahaan.

Melalui platform tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran pajak, transfer daring, hingga pembayaran tagihan, sekaligus memantau kondisi keuangan secara menyeluruh guna mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Di akhir pernyataannya, Dippo menegaskan bahwa melalui penguatan ekosistem perbankan, inovasi digital, serta program pemberdayaan yang relevan, BRI terus memperkokoh perannya dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan usaha menengah agar berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong UMKM dan perusahaan menengah untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan,” imbuh Dippo.

Editor : Eka Rahmawati
#Double Digit #BRIVolution Reignite #bri