Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

RUPST bank bjb 2025 Hasilkan 7 Keputusan Strategis, Perkuat Fondasi Ekonomi Daerah

Yosep Awaludin • Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB
RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar bank bjb pada Selasa, 28 April 2026. 
RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar bank bjb pada Selasa, 28 April 2026. 
 
RADAR BOGOR – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 28 April 2026.
 
Dalam rapat tersebut, perseroan menetapkan tujuh keputusan penting yang menjadi arah strategis perusahaan sekaligus memperkuat peran dalam pembangunan ekonomi daerah.
 
Rapat berlangsung secara hybrid, yakni dengan kehadiran terbatas di Bale Pakuan (Gedung Negara Pakuan), Bandung, serta diikuti secara daring oleh para pemegang saham.
 
Baca Juga: Melihat Inovasi Polsek Tajurhalang Cegah Curanmor, Cukup Modal Kabel dan Saklar Ciptakan Motor Anti Maling
 
Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), bank bjb membuka partisipasi seluas-luasnya kepada seluruh pemegang saham dalam forum pengambilan keputusan tersebut.
 
RUPST ini menjadi momen krusial karena menentukan langkah bisnis dan kebijakan strategis yang akan memengaruhi kinerja perseroan ke depan.
 
Sejumlah agenda besar dibahas dan dirumuskan menjadi tujuh poin utama. Di antaranya adalah persetujuan Laporan Tahunan.
 
Baca Juga: Studi Banding ke Bank Kota Bogor, DPRD dan Bank Yogyakarta Tertarik Program Kredit Harian untuk UMKM
 
Termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian serta Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2025.
 
Selain itu, rapat juga menyepakati penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham.
 
Keputusan lain mencakup penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik, serta pembaruan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
 
Baca Juga: Warga Parung Bogor Dukung Penataan Pasar, Tapi Minta Alun-Alun Dibangun
 
RUPST juga menetapkan perubahan anggaran dasar perseroan seiring penunjukan bank bjb sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).
 
Serta penyesuaian struktur direksi guna memperkuat transformasi digital dan tata kelola perusahaan.
 
Agenda terakhir adalah pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Penetapan ini akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
 
Baca Juga: Dampak Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Ribuan Penumpang KAI Batalkan Perjalanan dan Ajukan Refund
 
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai pemegang saham pengendali, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan sejumlah figur dengan integritas tinggi untuk mengisi jajaran direksi dan komisaris, termasuk nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
 
“Saya mengajukan kandidat yang memiliki rekam jejak integritas kuat untuk memperkuat manajemen bank bjb,” ujarnya.
 
Menurutnya, pengalaman dan kapasitas Susi Pudjiastuti dinilai mampu memberikan pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengambilan kebijakan.
 
Baca Juga: Akhirnya Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 April Juni 2026 Sudah Masuk Tahap SPM, Ini Arti Status di SIKS-NG dan Prediksi Kapan Dana Masuk ke KKS
 
Sepanjang tahun 2025, bank bjb mencatatkan performa positif. Total aset perusahaan tumbuh hingga mencapai Rp221,3 triliun, menjadikannya sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia.
 
Kinerja tersebut didorong oleh penguatan pangsa pasar, inovasi teknologi yang terus dikembangkan, serta sinergi yang solid bersama para pemegang saham.
 
Adapun tujuh agenda utama dalam RUPST ini meliputi:
 
1 Persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan 2025.
2. Penetapan penggunaan laba bersih, termasuk pembagian dividen.
3. Penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik.
4 Pembaruan Recovery Plan.
5. Perubahan anggaran dasar terkait status sebagai PIKK.
6. Penyesuaian struktur direksi.
7. Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris.
 
Baca Juga: CPNS atau Kopdes, Mana Lebih Menjanjikan? Ini Perbedaan Mencolok Gaji, Status, hingga Aturan Mainnya
 
Melalui RUPST ini, bank bjb menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten.
 
Dengan strategi transformasi yang berkelanjutan dan penguatan profesionalisme, bank bjb optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan. (***)
Editor : Yosep Awaludin
#bank bjb #bogor #rupst