RADAR BOGOR - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di level tinggi pada perdagangan Jumat pagi, 22 Mei 2026.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk mengembalikan posisi rupiah ke kisaran Rp15.000 per dolar AS.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: BPOM Bongkar 22 Obat Herbal Berbahaya, Ada yang Bisa Picu Stroke hingga Kematian Mendadak
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri acara Jogja Financial Festival 2026 pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong penguatan rupiah menuju level Rp15.000 per dolar AS.
Ia juga menyinggung pesan Presiden terkait optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional.
Strategi Pemerintah: Masuk ke Pasar Obligasi untuk Stabilkan Rupiah
Di tengah tekanan pasar global, Kementerian Keuangan mengambil langkah intervensi melalui pasar obligasi.
Menurut Purbaya, pemerintah aktif membeli obligasi di pasar sekunder guna menjaga stabilitas yield surat utang negara.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menahan gejolak pasar keuangan sekaligus mengurangi potensi arus modal keluar dari Indonesia.
Purbaya menjelaskan, kebijakan pembelian obligasi mulai menunjukkan dampak positif.
Meskipun rupiah masih mengalami pelemahan, pergerakan yield obligasi pemerintah justru cenderung menurun dalam sepekan terakhir.
Kondisi itu dianggap sebagai sinyal bahwa pasar mulai kembali stabil dan kepercayaan investor perlahan pulih.
Investor Asing Mulai Kembali Masuk ke Indonesia
Pemerintah mengklaim strategi stabilisasi pasar mulai menarik kembali minat investor asing.
Purbaya mengungkapkan, aliran modal asing sudah kembali masuk, baik ke pasar sekunder maupun pasar primer.
Baca Juga: Milad Emas SMAN 1 Ciawi Bogor Siap Digelar Meriah, Alumni Bersiap!
Menurutnya, dana asing yang masuk saat ini nilainya telah mencapai lebih dari Rp2 triliun.
Arus modal tersebut dinilai menjadi indikator bahwa sentimen investor terhadap ekonomi Indonesia mulai membaik.
Masuknya investor asing juga diharapkan mampu memperkuat posisi rupiah dalam beberapa waktu mendatang, terutama jika kondisi pasar global semakin kondusif.
Rupiah dan Kepercayaan Pasar Jadi Sorotan Utama
Pergerakan rupiah belakangan menjadi perhatian pelaku pasar setelah mata uang Garuda sempat menyentuh level tinggi terhadap dolar AS.
Stabilitas kurs dinilai penting karena berpengaruh terhadap inflasi, harga impor, hingga daya beli masyarakat.
Pemerintah kini berupaya menjaga keseimbangan pasar keuangan melalui kombinasi kebijakan fiskal dan stabilisasi pasar obligasi agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam.
Dengan masuknya kembali investor asing dan turunnya yield obligasi pemerintah, pemerintah berharap kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional dapat terus meningkat. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti