RADAR BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tengah fokus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global dan gejolak pasar keuangan.
Ia optimistis kondisi masyarakat akan membaik dalam enam bulan ke depan, termasuk berkurangnya jumlah warga yang mengalami kesulitan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara dalam acara Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Yogyakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: IRGC Klaim 31 Kapal Dagang Aman Melintas di Selat Hormuz, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas
Dalam sesi diskusi, Purbaya mendapat pertanyaan mengenai pengaruh nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Rupiah dan IHSG Disebut Lebih Banyak Dipengaruhi Sentimen Pasar
Menanggapi pertanyaan tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dan IHSG tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional secara langsung.
Menurutnya, pasar saham maupun nilai tukar mata uang sangat dipengaruhi oleh ekspektasi dan sentimen pelaku pasar terhadap kondisi masa depan.
Ia menjelaskan bahwa sejak akhir tahun lalu, pasar keuangan domestik terus dibayangi berbagai sentimen negatif.
Beberapa di antaranya berasal dari evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyesuaian outlook kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Situasi tersebut, kata Purbaya, sempat memunculkan kekhawatiran publik seolah Indonesia kembali menghadapi ancaman krisis seperti tahun 1998.
Pemerintah Pastikan Indonesia Tak Akan Mengulang Krisis 1998
Meski demikian, Purbaya memastikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding era krisis moneter 1998.
Ia menegaskan, pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap fondasi ekonomi nasional dan memastikan kebijakan utama yang diterapkan masih berada di jalur yang tepat.
Dalam penjelasannya, Purbaya juga menyampaikan bahwa Indonesia tidak berada dalam kondisi yang mengharuskan campur tangan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund seperti yang pernah terjadi pada 1998.
Baca Juga: Lapak Hewan Kurban Menjamur di Sembarang Tempat Kota Bogor, Pemkot Belum Punya Regulasi
Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap situasi ekonomi saat ini karena pemerintah masih memiliki ruang dan strategi untuk menjaga stabilitas nasional.
Pemerintah Fokus Dorong Pertumbuhan Lewat Swasta dan Konsumsi Domestik
Lebih lanjut, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pemerintah kini mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor swasta dan aktivitas ekonomi domestik.
Strategi tersebut diyakini mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.
Purbaya optimistis dalam enam bulan mendatang kondisi ekonomi masyarakat akan semakin membaik.
Ia menilai, jumlah warga yang mengalami tekanan ekonomi akan terus menurun seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional.
Optimisme Pemerintah Jadi Sorotan Pelaku Pasar
Pernyataan optimistis dari Menteri Keuangan muncul di tengah perhatian pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia sepanjang 2026.
Meski pasar keuangan masih menghadapi tekanan global dan fluktuasi sentimen investor, pemerintah menilai fondasi ekonomi nasional tetap terjaga melalui konsumsi domestik, investasi swasta, dan penguatan kebijakan fiskal. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti