RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia terus mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dengan memanfaatkan kekuatan cadangan nikel terbesar dunia serta pasar otomotif domestik yang terus berkembang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) global.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Baca Juga: KK Luar Jawa Barat? Siswa SMP Depok Dipastikan Tak Bisa Daftar Sekolah Maung
Menurut dia, pemerintah telah menegaskan komitmen pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sebagai bagian dari transisi energi dan penguatan ekonomi hijau nasional.
Dikutip dari Jawa Pos, Agus menjelaskan, pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada industri besar, tetapi juga mulai melibatkan industri kecil dan menengah (IKM).
Langkah tersebut dilakukan agar proses transfer teknologi serta penguatan kapasitas industri dalam negeri dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Penjualan Mobil Listrik Melonjak Hampir 96 Persen
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang semakin agresif sepanjang 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit.
Jumlah tersebut melonjak hingga 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit.
Sementara itu, sepeda motor listrik menjadi kendaraan elektrifikasi dengan populasi terbesar di Indonesia.
Hingga Februari 2026, jumlah motor listrik telah mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita menilai, lonjakan pasar kendaraan listrik harus dimanfaatkan oleh pelaku industri komponen lokal agar tidak tertinggal dalam transformasi industri otomotif nasional.
Baca Juga: Bukan Bali, 4 Destinasi Wisata Laut Tercantik di Sumatera Ini Dijamin Bikin Wisatawan Malas Pulang
Menurut Reni, pertumbuhan industri EV merupakan peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah berkembangnya industri kendaraan listrik nasional.
Kemenperin Percepat Kemitraan IKM dengan Industri Besar EV
Dalam upaya memperkuat keterlibatan industri domestik, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA bersama Direktorat Jenderal ILMATE,
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas menggelar penjajakan peluang bisnis IKM alat angkut di Cikarang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku IKM komponen otomotif dengan perusahaan besar kendaraan listrik untuk membuka peluang kemitraan strategis sekaligus memperkuat pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Reni Yanita mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik nasional sehingga industri lokal dapat lebih siap masuk dalam rantai pasok industri EV.
Infrastruktur SPKLU Terus Bertambah, PLN Targetkan 62 Ribu Unit pada 2030
Selain memperkuat industri kendaraan listrik, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai daerah.
Berdasarkan data PT PLN (Persero), hingga April 2026 jumlah SPKLU di Indonesia telah mencapai 4.769 unit yang tersebar di 3.097 lokasi.
Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat secara signifikan menjadi 62.918 unit pada 2030.
Target tersebut disiapkan untuk mendukung proyeksi populasi kendaraan listrik nasional yang diperkirakan mencapai 943.764 unit dalam beberapa tahun mendatang.
Percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dinilai menjadi langkah strategis Indonesia dalam menghadapi era industri hijau sekaligus memperkuat posisi sebagai pusat produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara. (bry/dio)
Editor : Siti Dewi Yanti