Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, IHSG Melemah di Bawah 6.000: Tekanan Pasar Meningkat

Yosep Awaludin • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar.

RADAR BOGOR - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis 4 Juni 2026 melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi ini menjadi titik terlemah rupiah sejak era transisi reformasi dan memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar serta investor.

Berdasarkan laporan Bloomberg, rupiah semakin mendekati ambang penting Rp18.000 per dolar AS setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah baru pada perdagangan Rabu.

Pelemahan ini membuat investor bersiap menghadapi potensi respons kebijakan yang lebih agresif dari Bank Indonesia.

Sejumlah lembaga keuangan seperti BNP Paribas SA, MUFG Bank Ltd., hingga PT Mega Capital Sekuritas memperkirakan bahwa Bank Indonesia berpotensi memperkuat intervensi di pasar valuta asing.

Tidak hanya itu, bank sentral juga dinilai memiliki peluang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat, bahkan kemungkinan pada bulan berjalan.

Baca Juga: Digelar di Malasari, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Sebut Rapat Paripurna Istimewa HJB ke-544

Di sisi lain, tekanan juga terjadi pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan kembali melemah dan sempat berada di bawah level 6.000 pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis pasar modal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja IHSG secara signifikan.

Menurutnya, tekanan tambahan juga datang dari saham-saham kelompok konglomerasi yang mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Pergerakan IHSG cukup terbebani oleh emiten-emiten besar yang sebelumnya sempat menguat tajam hingga menyentuh auto reject atas (ARA), sehingga memicu aksi ambil untung,” ungkapnya dalam analisis pasar.

Kondisi pasar keuangan saat ini masih berpotensi fluktuatif mengikuti dinamika perdagangan.

Pelaku pasar berharap stabilisasi dapat terjadi kembali, sehingga rupiah mampu menguat dan IHSG kembali bergerak ke zona hijau dalam perdagangan selanjutnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#rupiah #dolar amerika serikat #investor