Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rupiah Melemah, 5 Program Strategis Digenjot, Pemerintah Tancap Gas Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Rani Puspitasari Sinaga • Sabtu, 6 Juni 2026 | 16:50 WIB
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (tengah), bersama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (kiri) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kanan). Foto: Bakom
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (tengah), bersama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad (kiri) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kanan). Foto: Bakom

RADAR BOGOR – Pemerintah terus memperkuat langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan mempercepat berbagai program strategis di sektor riil.

Fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi guna menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan percepatan program-program prioritas menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Baca Juga: 2 Strategi Baru Jaga Rupiah, Pemerintah, BI dan DPR Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Menurutnya, sektor pangan, energi, dan perikanan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat agenda industrialisasi dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Prasetyo menjelaskan, menjaga stabilitas ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Karena itu, pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan seiring dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Baca Juga: Sugeng Teguh Santoso Laporkan Dugaan Kerugian Salah Satu BUMD di Kota Bogor ke KPK

Ia menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk memastikan seluruh kebijakan yang diambil mampu saling mendukung dan memperkuat perekonomian nasional.

Di tengah dinamika ekonomi dunia yang masih bergejolak, pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan fundamental nasional masih berada pada posisi yang kuat.

Prasetyo menyebut stabilitas ekonomi makro yang dijaga oleh Bank Indonesia serta pengelolaan fiskal pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Baca Juga: Viral Warga Sukasari Jadi Korban Begal Saat Berangkat Kerja di Rumpin Bogor

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai perkembangan global yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah maupun laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, seluruh pemangku kepentingan diminta terus memperkuat kolaborasi dan menjaga optimisme.

Pemerintah berharap percepatan program-program strategis tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjaga daya tahan Indonesia menghadapi berbagai tantangan ekonomi dunia.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#pertumbuhan ekonomi #rupiah #nasional